Keprionline .co.id Batam – Hiruk pikuk di lingkungan Dinas Cipta Karya dan Tata Tata Ruang Kota Batam, 5 Mei 2025 terjadi saat rekonstruksi setelah seorang pegawai, Hafiz Rinanda tewas akibat lehernya digorok rekan sekerjanya, Faras Kausa. Keduanya pegawai di dinas tersebut dan masih memiliki hubungan keluarga. Faras memilih menghabisi Hafiz, karena sudah 4 tahun dibuli korban.
Yang paling menyakitkan hati Faras, katanya saat pelaku selalu disebut, “Bongak”. Akhirnya 14 April 2025, pelaku pulang ke kosnya, mengganti baju dan membeli pisau dapur. Setelah itu ia kembali ke kosnya dan mengenakan baju pegawainya kembali, sambil menyelipkan pisau di pinggang sebelah kirinya dan kembali ke tempat ia bekerja.
Korban yang sedang duduk di teras jaga kantor sempat menyapa pelaku dan meminta maaf atas perlakuannya selama ini kepada Faras. Mereka pun berjabat tangan. Usai berjabat tangan Faras melangkah ke belakang kursi, lalu tangan kanannya menekan dan menahan kepala korban, sedangkan tangan kirinya menggorok leher korban dengan pisau dapur sebanyak tiga kali.
Azril Apriansyah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang kota Batam mengaku tidak mengenal dekat kedua pegawainya yang sudah menggemparkan kota Batam itu. Mengingat pengakuan pelaku yang dibuli sekian lama, Azril mengatakan, ia baru menjabat di dinas tersebut dan korban tidak pernah melaporkan perihal pembulian yang dirasakan pelaku. “Dua tahun,” katanya saat keprionline menanyakan sudah berapa lama menjabat kepala di dinas tersebut. “Tidak kenal dekat, tahu…selain menandatangani surat saja,” kata Azril.






