Keprionline.co.id, Bintan – Pemerintah Provinsi kepri berkomitmen menekan angka stunting di Kabupaten Bintan pada tahun 2025 ini, Hal ini disampaikan Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari Ansar disela-sela penyerahkan paket pencegahan balita risiko stunting, Jumat (17/10/2025).
“Prevalensi Balita stunting Kabupaten Bintan pada tahun 2023 adalah 3,49%, dan tahun 2024 pada saat intervensi serentak bulan Juni sebanyak 3,42%, dengan demikian dapat diketahui bahwa prevalensi Stunting di Kabupaten Bintan mengalami penurunan sebesar 0,7%,” ujar Dewi Ansar.
Pada Tahun 2024 Prevalensi Balita stunting tertinggi berada di Kecamatan Teluk Sebong yakni sebesar 5,37% dan terendah di Kecamatan Tambelan sebesar 0,91%. Disamping itu, pada tahun 2024 terdapat 5 (lima) Kecamatan yang cenderung mengalami peningkatan prevalensi Balita stunting dari tahun sebelumnya yaitu Kecamatan Mantang, Bintan Pesisir, Toapaya, Gunung Kijang dan Teluk Sebong. Namun kenaikan yang signifikan adalah Kecamatan Bintan Pesisir sebanyak 1,70%. Sementara 10 Kecamatan lainnya mengalami penurunan, ujarnya.
Langkah-langkah yang akan kita lakukan untuk penekanan stunting di Bintan salah satunya membagikan paket Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari Ansar menyerahkan paket pencegahan balita risiko stunting dimana paket makanan bergizi ini berupa berisi bahan pangan bergizi seperti beras, susu formula, telur ayam, kacang hijau dan biskuit bergizi serta sejumlah suplemen nutrisi, ujar Dewi Kumala Ansar.
Dewi Ansar mengatakan, pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian bantuan pangan, tetapi juga harus disertai kesadaran keluarga tentang pentingnya gizi seimbang.
“Peran keluarga, terutama ibu, sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan bergizi yang cukup. Paket ini bukan hanya bantuan, tapi juga bentuk edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap tumbuh kembang balita,” ujarnya.
Ia berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh penerima manfaat agar berdampak langsung terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi Kepri yang sehat, cerdas dan berdaya saing. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat besar bagi masa depan mereka,” tutup Dewi.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
“Pemprov Kepri menunjukkan komitmen nyata melalui kolaborasi Dinas Kesehatan dan PKK Provinsi. Ini menjadi sinyal positif untuk mencapai target Bintan bebas stunting,” ujar Hafizha
Kegiatan diakhiri dengan penyuluhan gizi seimbang, yang menyasar para orang tua agar lebih memahami pola asupan yang sesuai dengan usia balita.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadinkes Kepri M. Bisri, Kadinkes Bintan Retno Riswati dan Kadis P3AP2KB Bintan Haryati. ( Juanda ).




