KEPRIONLINE.CO.ID, SERBA-SERBI – Ada sebuah video di Talo, Kabupaten Seluma Bengkulu yang cukup mendebarkan. Dalam video ini menunjukkan ada ular Python yang coba dijinakkan oleh seorang pawang ular. Apalagi posisi ular ini baru saja memakan babi hutan.
Di dalam video tersebut, ada seorang pawang ular yang berusaha menjinakkan ular Python tersebut. Para warga pun membantu pawang tersebut untuk menjinakkan ular Python itu. Ular tersebut masih menunjukkan perut yang besar karena habis memangsa babi hutan.
Namun, di beberapa menit video, ketika ular sedang dijinakkan, tiba-tiba ular tersebut menggigit sang pawang. Ular menggigit pada betis kanan sang pawang. Namun, saat ular menggigit si pawang, pawang tampak berusaha tetap tenang agar ular tidak bereaksi lebih ganas.
Melihat kejadian ini, para warga pun membantu untuk melepaskan gigitan ular tersebut dari kaki sang pawang. Warga menyodorkan kayu yang diletakkan pada mulut si ular. Meskipun sedikit sulit, namun pada akhirnya gigitan tersebut akhirnya berhasil dilepaskan dari kaki sang pawang.
Ketika gigitan sang ular sudah berhasil dilepaskan, ular Python tersebut justru semakin memberontak. Ular ini berusaha kabur dengan berusaha berjalan keluar dari peti. Tentu warga yang melihatnya tidak tinggal diam.
Sekitar 6 sampai 7 warga pun berusaha menarik ekor ular tersebut ketika berusaha kabur. Kemudian, setelah ular berhasil dicegah untuk kabur, ular tersebut akhirnya dimasukkan pada peti kayu. Untuk mengamankan agar tidak kabur, peti kayu ini pun ditutup dengan sangat rapat menggunakan tali dan lainnya.
Setelah memastikan bahwa ular aman pada peti kayu, si pawang tersebut diobati di salah satu rumah warga. Untuk menghentikan bisa yang menyebar ke kaki, sang pawang tersebut mengikat kain di bagian atas pada bekas luka gigitan sang Python.
Video ini direkam dan diupload oleh salah seorang warga dengan Youtube Channel bernama “Arya Gading”.
Video ini bahkan sudah ditonton oleh banyak orang. Video yang dipublish 7 Juni 2019 ini sudah ditonton oleh 4,130,716 kali penonton per tanggal 10/08/2021.
(Sumber: indonesi.com)






