Keprionline.co.id, TANJUNGPINANG – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis pada kuartal pertama tahun 2026 dengan mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba yang signifikan.
Dalam Public Expose yang digelar secara daring pada 10 Juni 2026, manajemen GMFI mengungkapkan bahwa pendapatan perseroan pada kuartal I 2026 mencapai USD114,94 juta atau tumbuh 20,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan pendapatan tersebut, laba berjalan perusahaan juga melonjak menjadi USD6,76 juta atau meningkat 78,28 persen secara tahunan.
Pencapaian tersebut didorong oleh strategi ekspansi pasar, peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, serta optimalisasi operasional yang didukung program perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
GMFI menilai prospek industri Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) global masih sangat menjanjikan. Industri MRO dunia telah pulih sepenuhnya dari dampak pandemi dengan nilai pasar mencapai lebih dari USD114 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat hingga USD156 miliar dalam 10 tahun mendatang.
Fenomena yang dikenal sebagai “MRO Supercycle” turut mendorong peningkatan kebutuhan perawatan pesawat secara global akibat tingginya utilisasi pesawat dan bertambahnya usia armada penerbangan dunia. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi perusahaan penyedia jasa perawatan pesawat seperti GMFI.
Di pasar domestik, Indonesia diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Jumlah armada nasional diperkirakan meningkat dari sekitar 600 unit menjadi 974 unit pada tahun 2034, sehingga mendorong potensi pasar MRO nasional mencapai USD2,1 miliar.
Untuk menangkap peluang tersebut, GMFI terus menjalankan berbagai strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis. Salah satunya melalui pengembangan Aerospace Park bersama Kementerian PPN/Bappenas dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB). Proyek yang telah melakukan groundbreaking pada Desember 2025 tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan industri aerospace nasional di masa depan.
Selain itu, GMFI juga memperluas kapasitas maintenance melalui kerja sama dengan PT Pelita Air Service di Bandar Udara Pondok Cabe. Fasilitas yang mulai beroperasi pada Juni 2026 tersebut akan mendukung layanan perawatan pesawat turbo propeller, ATR, serta helikopter Bell-412 dan jenis rotary wing lainnya.
Pada pasar internasional, GMFI tengah mengembangkan fasilitas hanggar MRO di kawasan Timur Tengah dan Afrika melalui skema joint venture. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global sekaligus memperluas basis pelanggan internasional.
Tak hanya fokus pada bisnis inti MRO, GMFI juga mengembangkan lini bisnis aerostructure dan manufaktur komponen pesawat yang didukung kemampuan engineering dan sertifikasi internasional AS9100. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi perusahaan dalam rantai pasok industri aerospace global.
Perseroan juga memperkuat segmen non-commercial aircraft melalui pengembangan sektor Government & Defense, Industrial Solutions, dan Power Services guna meningkatkan kontribusi pendapatan dari pelanggan di luar grup dan afiliasi perusahaan.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, GMFI menerapkan strategi manajemen risiko yang berfokus pada diversifikasi pelanggan, penguatan likuiditas, pengelolaan kewajiban secara disiplin, serta penguatan struktur ekuitas perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting dalam menghadapi dinamika industri sekaligus menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
Manajemen GMFI optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan sepanjang tahun 2026 melalui penguatan kapasitas layanan, ekspansi pasar internasional, diversifikasi bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional dan ketahanan keuangan perusahaan.
Dengan prospek industri yang positif dan berbagai proyek strategis yang tengah berjalan, GMFI menargetkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. (Oky)






