KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Perhelatan bertajuk Gala Dinner bareng Miyabi yang akan berlangsung di Jakarta, menuai respon dari berbagai pihak.
Hal ini membuat nama Maria Ozawa atau Miyabi kini tengah menjadi perbincangan publik. Acarapun ditolak sejumlah pihak. Salah satunya ialah Persaudaraan Alumni (PA 212).
Terkait hal tersebut Miyabi nyatanya sudah pernah diusir dari Indonesia.
Saat ini, Miyabi tengah menjadi kontroversi ke tanah air perihal rencananya menggelar gala dinner pada 5 Juni 2022 mendatang di Hotel Four Season.
Beragam penolakan mulai disuarakan perihal rencana kedatangan Miyabi. Latar belakang Miyabi yang merupakan mantan bintang film dewasa itu menjadi alasan utamanya.
Bahkan, nama Miyabi sempat menjadi trending twitter beberapa hari belakangan karena hal ini.
Salah satu yang menolak keras kedatangan Miyabi ke Jakarta ialah PA 212. Wasekjen Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bakmumin menilai, mengundang Miyabi sama saja dengan mempromosikan kemaksiatan.
Selain itu, acara itu dinilainya sangat bertolak belakang dengan agama dan Pancasila.
“Mengundang Miyabi mengadakan acara khusus dengan mengundang untuk khalayak umum adalah promosi kemaksiatan dan kebejatan yang sangat jauh dari nilai-nilai agama dan Pancasila, serta budaya dan adat manapun,” kata Novel kepada Tribunnews.com, Kamis (19/5/2022).
Selain menolak, Novel mengutuk keras atas eksploitasi mantan bintang film dewasa melalui acara gala dinner tersebut.
Ia menilai, mengundang mantan bintang film dewasa seperti Miyabi dapat menimbulkan kegaduhan.
“Ini bisa menghancurkan nilai-nilai agama dan Pancasila, dan itu jelas tujuan liberalisme gaya baru,” katanya.
Novel menilai mempertontonkan bintang film dewasa pada anak bangsa dapat menggeser akhlak dan moral anak muda.
Dengan promosi seperti ini ditakutkan menjadi promosi sendiri bagi kemaksiatan termasuk LGBT.
“Mempromosikan acara itu dapat memberi ruang kebebasan LGBT dan jenis kemaksiatan lainnya,” imbuhnya.
Untuk itu, Novel yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menolak kedatangan Miyabi.
Kedatangan Miyabi disebutnya akan ditolak pula oleh ormas-ormas Islam lainnya karena akan menimbulkan kegaduhan.
“Pastinya ulama serta ormas ormas Islam termasuk MUI menolak kehadiran Miyabi. Menuntut juga acara tersebut untuk dibatalkan.
Tentunya kami serahkan juga kepada masyarakat untuk menempuh caranya masing-masing,” tuturnya.
Diketahui, rencananya Maria Ozawa alias Miyabi ke Jakarta untuk menghadiri gala dinner dengan para penggemarnya di satu hotel mewah pada Juni mendatang.
Gala dinner dengan Miyabi tersebut digelar terbatas hanya untuk 50 orang dan mereka harus merogoh kocek sebesar Rp 15 juta belum termasuk pajak.
Pernah diusir paksa dari Indonesia
Jauh sebelum niatnya menggelar gala dinner, Miyabi pernah diusir paksa dari Indonesia beberapa tahun silam.
“Dua atau tiga tahun lalu aku ke sana (Indonesia).
Tapi setiap aku ke sana selalu dilaporkan dan jadi suatu masalah terus diusir secara paksa dari Indonesia,” ucapnya dalam tayangan YouTube Daisuke Botak pada Sabtu (13/2/2021).
Ia menceritakan kejadiannya tersebut mengapa diperlakukan seperti itu, padahal kedatangannya ke Indonesia adalah untuk memenuhi undangan.
Miyabi menjelaskan saat kedatangannya di bandara baru berselang 5 menit, ia selalu diperiksa dan dibawa ke ruangan selama 1 jam.
“Kok bisa melakukan kesalahan secepat itu, padahal baru 5 menit saya sampai bandara loh, ujung-ujungnya cuma minta foto, aku ditahan kira-kira 1 jam,” ucap Miyabi kepada Daisuke.
Setelahnya, ia berhasil berkunjung ke Indonesia dan mengunjungi Pulau Bali.
Namun saat dirinya ke Bali, ia dihadang banyak orang yang melakukan demonstrasi menolak kedatangan dirinya.
Hal itu pun terkenang jelas bagaimana ia terpaksa menghadapi mereka karena tak berhasil keluar dari pintu belakang.
Miyabi merasa bingung mengapa dirinya begitu terkenal di Indonesia, sampai-sampai masuk dalam buku pelajaran.
“Aku gak tau kenapa bisa terkenal di sana (Indonesia), sampai pernah ada yang bilang aku masuk buku pelajaran,” ucapnya.
Miyabi sendiri tidak tahu apa-apa soal fotonya yang masuk di buku pelajaran.
“Aku tidak tahu kenapa fotoku masuk buku pelajaran. Ya, jadi fenomena sosial,” katanya
Meski namanya selalu menimbulkan kontroversi, ia merasa senang bisa dikenal orang Indonesia.
“Aku senang banget bisa dikenal dan dicintai orang Indonesia,” katanya. (SUMBER: TRIBUNPEKANBARU.COM).






