Keprionline.co.id. BATAM – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) di Kota Batam. Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan sekitar 122.445 ekor benih lobster dengan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
Dua orang terduga pelaku berinisial SS dan DS turut diamankan. Keduanya diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan benih lobster yang rencananya akan dikirim ke luar negeri dengan tujuan akhir diduga menuju Vietnam melalui Singapura.
Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei mengatakan, DS berperan sebagai pihak yang memerintahkan penjemputan barang, sedangkan SS bertugas sebagai kurir pengangkut benih lobster tersebut.
“Terdapat kurang lebih 100 ribu benih lobster yang dibawa oleh terduga pelaku. DS berperan memerintahkan untuk menjemput barang tersebut dan SS sebagai kurir BBL tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi di Batam, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Silvester Simamora menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari informasi mengenai pengiriman benih lobster dari Jakarta menuju Batam pada Rabu (20/5/2026).
Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian membuntuti kendaraan yang membawa koper-koper berisi benih lobster dari Bandara Internasional Hang Nadim menuju kawasan Mega Legenda.
Sekitar pukul 08.00 WIB, tim kepolisian menghentikan kendaraan tersebut dan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pengecekan, pelaku diketahui menggunakan sejumlah koper untuk menyamarkan barang bawaan.
Dalam setiap koper, hanya terdapat empat kantong berisi benih lobster, sementara ruang lainnya diisi kain bekas agar tidak menimbulkan kecurigaan petugas. Menurut Silvester, kurir di bandara dijanjikan upah sebesar Rp2,5 juta untuk setiap koper yang berhasil dibawa. Sedangkan pihak yang mengatur proses penjemputan dijanjikan imbalan mencapai Rp10 juta.
“Biasanya tujuan akhir pengiriman ke Vietnam melalui beberapa negara, salah satunya Singapura,” katanya.
Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan penyelundupan benih lobster lintas negara tersebut. (Oky)






