Keprionline.co.id, BATAM – Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura mengikuti peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual dari Pasar Hang Tuah, Batu Besar, Batam, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Nyanyang menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik program strategis nasional tersebut sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.
Menurutnya, semangat pemerataan pembangunan yang diusung melalui program KDKMP sangat relevan dengan karakteristik wilayah Kepri yang didominasi kawasan kepulauan dengan tantangan geografis yang kompleks.
“Walaupun lokus utama peluncuran berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, esensi dari pemerataan pembangunan ini gaungnya sampai ke beranda terdepan NKRI, Bumi Segantang Lada, Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang.
Ia menjelaskan, Kepri memiliki 96 persen wilayah lautan dan hanya sekitar 4 persen daratan, dengan lebih dari 2.408 pulau yang tersebar. Sebanyak 22 pulau kecil terluar di antaranya berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
Nyanyang menilai besarnya potensi kemaritiman Kepri juga menghadirkan sejumlah tantangan pembangunan, mulai dari kesenjangan infrastruktur antar-pulau akibat tingginya biaya logistik dan transportasi laut, keterbatasan akses digital di wilayah terluar, hingga kebutuhan modernisasi sektor perikanan bagi nelayan tradisional.
“Masih terdapat titik-titik blank spot di wilayah perbatasan yang menghambat akselerasi digitalisasi desa dan kampung. Karena itu kami berharap adanya penguatan jaringan internet satelit untuk mendukung desa digital di wilayah kepulauan,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing serta berkarakter.
Menurut Nyanyang, sinergi pemerintah pusat dan daerah telah memberikan dampak positif terhadap indikator pembangunan di Kepri. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 tercatat mencapai 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri meningkat dari 79,89 pada 2024 menjadi 80,53 pada 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 6,89 persen pada Februari 2025 menjadi 6,35 persen pada November 2025.
Melihat keberhasilan pembangunan 1.061 KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Nyanyang berharap program serupa dapat diperluas hingga menjangkau wilayah kepulauan dan perbatasan di Kepri dengan pendekatan berbasis karakteristik kemaritiman.
“Kepulauan Riau siap menjadi mitra strategis dan laboratorium hidup bagi berbagai program nasional berbasis kemaritiman dan kawasan perbatasan,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kapolda Kepri Asep Safrudin, Danrem 033/Wira Pratama Bambang Herqutanto, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, serta unsur Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal lainnya.(Oky)






