TANJUNGPINANG – Sakti Wahyu Trenggono menilai Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sangat relevan diterapkan di wilayah Kepulauan Riau dan meminta agar sedikitnya 100 kampung nelayan dipersiapkan sebagai bagian dari program strategis nasional.
Permintaan tersebut kembali disampaikan Ansar Ahmad saat memimpin rapat Pemenuhan Kelengkapan Persyaratan dan Pemantapan Data Usulan Pembangunan KNMP Provinsi Kepri Tahun 2026 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (18/5/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, kepala OPD Pemprov Kepri, serta para wali kota dan bupati se-Kepri yang mengikuti secara virtual melalui Zoom.
Menurut Ansar Ahmad, program KNMP sangat tepat diterapkan di Kepulauan Riau mengingat 98 persen wilayah Kepri merupakan lautan dan sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
“Pak Menteri KKP RI meminta Kepri menyiapkan sedikitnya 100 calon Kampung Nelayan Merah Putih, karena beliau menilai program ini sangat potensial dikembangkan di wilayah kepulauan seperti Kepri,” ujar Ansar.
Ia menegaskan, program tersebut diyakini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir dan nelayan melalui pembangunan fasilitas penunjang ekonomi dan perikanan yang lebih modern.
“Program ini sangat cocok untuk meningkatkan standar hidup nelayan di Kepri. Karena itu saya meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota benar-benar mendukung dan menuntaskan program ini,” tegasnya.
Ansar juga meminta seluruh pemerintah daerah memastikan kesiapan pembangunan, mulai dari legalitas lahan milik pemerintah daerah, akses jalan, ketersediaan air bersih hingga jaringan listrik agar pembangunan KNMP tahun 2026 dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Ridwan Mulyana menyampaikan bahwa saat ini sudah terdapat tiga Kampung Nelayan di Batam dan satu kampung nelayan di Natuna yang telah dibangun.
Ridwan mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kepri terhadap program KNMP yang menjadi salah satu prioritas nasional dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi nelayan kita. Selain meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, KNMP juga akan menyerap banyak tenaga kerja melalui pembangunan fasilitas pendukung di kawasan kampung nelayan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia pada tahun 2026, dengan target jangka panjang mencapai 5.000 KNMP pada tahun 2029.
Khusus untuk Kepulauan Riau, saat ini terdapat 32 lokasi yang telah dinyatakan siap untuk pembangunan KNMP, sementara 20 lokasi lainnya masih dalam tahap validasi dan berpeluang lolos verifikasi.
Ridwan meminta pemerintah kabupaten dan kota segera melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kepulauan Riau dapat segera direalisasikan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir. (Oky)






