Keprionline.co.id, Batam – Warga jalan Permata Asri Pratama, Duriangkang, kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau, hidup dengan bau dan pemandangan sampah yang semrawut dan berair.
Warga sudah merasakan aroma tak sedap tersebut, kurang lebih empat tahun. Jalan tersebut menjadi salah satu titik tempat pembuangan sampah sementara. Boy Simatupang, warga RT 1/RW 02 Mangsang mengatakan keberadaan TPS di tengah pemukiman sangat mengganggu. Tak hanya bagi warga setempat, para pengguna jalan pun kerap mengeluhkan kondisi sampah tersebut.
“Terima-tidak-terima, kami harus terima keadaan ini. Warga tidak bisa berbuat banyak sekalipun sudah dikeluhkan,” kata Boy Simatupang. Selain dari geografis, menurut Boy, penentuan TPS dinilainya tidak melihat lingkungan, lokasi jarak dengan pemukiman dan risiko penyakit yang ditimbulkannya sampah tersebut.
Mendengar keluhan masyarakat, Jimmi Siburian, anggota DPRD Komisi I DPRD kota Batam telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi tersebut, pada Minggu, 13 April lalu. Tak harus menunggu dianggarkan, Jimmi Siburian tak tak ragu mengeluarkan biaya dari kantong pribadinya sendiri untuk membeli material sebagai lapisan dasar drainase lanfill, ring untuk ventilasi dekomposisi sampah dan bahan lainnya.
“Sebagai warga saya dan tindak lanjut laporan serta kunjungan sidak beberapa hari lalu, saya pastikan untuk mengurangi dampak sampah yang sudah dikeluhkan warga,” kata Jimmi Siburian. Di tengah persoalan sampah yang hangat saat ini, selain rencana menganggarkan untuk mengatasi persoalan armada seperti yang dikeluhkan, Jimmi Siburian mengatakan sebagai wakil rakyat tak ada salahnya jika berinisiatif membuat solusi. Jimmi Siburian ikut langsung menyaksikan pengerukan tanah TPS hingga dimasukkannya materil sebagai landasan TPS. (N.M)






