Sempat Dikatakan Hilang Ternyata Sedang Menginap Di Anambas Resort

 

KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG – Kapal pesiar Kribien II sempat dinyatakan hilang kontak. Kapal yang terdaftar di Malaysia tersebut berangkat dari Singapore menuju Batam pada 10 Juni 2019 lalu.

Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang melalui Kasi Ops. Eko Supriyanto mengatakan bahwa kapal pesiar dengan Call Sign 9MSB4 tersebut terakhir terlacak pada 10 Juni 2019 sekira pukul 19.07 Waktu setempat.

“Kapal tersebut telah membersihkan imigrasi Singapura pada 10 Juni waktu setempat dengan total POB 11 orang yang terdiri dari 9 warga negara AS, 1 warga negara Singapura dan 1 warga negara Indonesia,” ujarnya lewat pesan WAnya kepada awak media, Kamis, (13/06/2019).

Pihaknya selanjutnya menghubungi pihak agen untuk berkoordinasi dan mendapat informasi lebih lanjut.

“Kita menghubungi agen untuk KRIBIEN II, Layanan SailFast Yatch. Agen memperbarui bahwa KRIBIEN II seharusnya melakukan perjalanan ke Kepulauan Anambas setelah Nongsa, Indonesia. Dan direncanakan akan kembali ke Singapura pada 20 Juni.
Agen telah mencoba menghubungi kapten kapal tetapi tidak berhasil. Mungkin karena tidak ada jangkauan jaringan seluler,” ujarnya.

Dan pada Kamis, (13/06/2019) sekira pukul 12.30 WIB, Kantor SAR Tanjungpinang berhasil menghubungi salah seorang penumpang kapal tersebut.

“Kita berhasil menghubungi Pak Haryanto, salah seorang ABK kapal tersebut dan nengatakan bahwa posisi kapal dan POB dalam keadaan aman. Posisi berada di Perairan Pulau Airrabu, sebelah Utara Pulau Bawah, Anambas. Dan kapal sedang menuju Tarempa,” kata Eko.

Dilaporkan bahwa ILO Singapura telah menginfokan kepada Guskamla Koarmada I bahwa ITC Singapore telah memberitahu ke KBRI bahwa pihaknya telah dapat berkomunikasi dengan kapal tersebut.

“Mereka tidak hilang. Melainkan menginap di Anambas Resort, Desa Tarempa. Dan pagi tadi sudah bertolak dari Anambas Resort menuju Batam kembali. Jadi kapal tidak hilang. Hanya di daerah tersebut tidak ada signal untuk berkomunikasi,” ujar Eko.

Diketahui bahwa pihak Kantor SAR Tanjungpinang sebelumnya telah melaksanakan pencarian di sekitar Perairan Batam.

“Karena posisi terakhir berada di Nongsa, maka kami melaksanakan pencarian di sepanjang perairan Nongsa dan Berakit. Unsur SAR yang turun yaitu KN. Purworejo, Polair Polda Kepri, Lanal Batam, VTS Batam, KSOP Batam dan PLP Tanjung Uban,” pungkasnya.

(KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/MANURUNG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *