Keprionline.co.id, Karimun – Kepala Dinas Perhubungan Tanjung Balai Karimun, Tohap meminta Direktur PT Malik Parkir Karimun ( MPK ), Drahmenra Situmorang untuk membuktikan dugaan pemerasan yang saya lakukan seperti yang disampaikan oleh Drahmenra, ujar Tohap.
“Drahmenra Situmorang telah membangun narasi dan menyebarkan informasi tanpa bukti, dan hal ini sudah berimbas kepada reputasi saya, mental keluarga termasuk anak-anak saya yang saat ini masih di dunia lingkungan pendidikan,” ujar Tohap Siahaan.
“ Intinya saya meminta kepada Drahmenra untuk menyampaikan bukti yang sah dan objektif terkait saya menerima sesuatu apalagi dalam bentuk uang, Silakan buktikan: kapan dan di mana transaksi atau tindakan yang dituduhkan kepada saya,” ujar Tohap Siahaan.
“ Jadi dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menerima uang, barang, maupun bentuk imbalan apa pun terkait dengan kewenangan atau jabatan yang saya emban, “ ujar Tohap Siahaan.
Selain itu saya meminta kepada Direktur PT MPK untuk melakukan penarikan pernyataan secara terbuka dan menyampaikan permohonan maaf, ujar Tohap Siahaan.
Intinya, saya mengedepankan penyelesaian yang baik dan proporsional. Apabila tuduhan tersebut memang tidak dapat dibuktikan keberadaannya, saya hanya meminta pihak yang bersangkutan untuk menarik kembali seluruh pernyataannya di media publik/media sosial secara jujur dan terbuka.
Saat ini, saya memilih untuk tidak membawa masalah ini ke jalur aparat penegak hukum (APH), selama ada iktikad baik dari yang bersangkutan untuk memulihkan nama baik saya dan menyampaikan permohonan maaf.
Bahwa PT.MPK sudah diberikan kepercayaan untuk membenahi pembangunan dan pengelolaan parkir di pelabuhan akan tetapi kepercayaan tersebut tidak dijalankan dengan baik ( tidak amanah) sehingga pemutusan kontrak dilakukan sesuai dengan prosedur.
Saya menduga tuduhan tersebut dilakukan untuk dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah daerah yang telah mengakhiri perjanjian kerja sama dengan PT.MPK, oleh karenanya saya tegaskan pengahiran kerjasama sudah sesuai dengan prosedur, ujar Tohap Siahaan.
Janganlah kita menebar fitnah, karena fitnah itu sangat keji dan tidak berperikemanusiaan, hidup ini hanyalah sementara, oleh karena itu saya mohon agar mari kita menebarkan kebaikan, kedamaian dan kesejukan, agar saat ajal kita tiba, kita dapat diterima disisi-Nya, ujar Tohap melalui siaran persnya yang dikirim ke redaksi keprionline.co.id, Minggu ( 26/7/2026). ( Jantua Dolok Saribu, S.I.kom ).






