Sabtu, 18 April 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Dikenal Sebagai Negara Maju, Ini 7 Rahasia Sukses Sistem Pendidikan Jepang

kepri online
25 Agustus 2021
di SERBA - SERBI
0
Dikenal Sebagai Negara Maju, Ini 7 Rahasia Sukses Sistem Pendidikan Jepang

Ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, SERBA-SERBI – Di Jepang, sekolah merupakan salah satu hal terpenting untuk menunjang kehidupan. Berbeda dengan di Amerika Serikat, di Jepang terdapat 210 hari waktu untuk bersekolah, bukan 180 hari. Tak heran jika Jepang sendiri terkenal sebagai negara yang maju.

Salah satu yang membuat Jepang menjadi negara yang maju adalah karena sistem pendidikan di sana yang tergolong lebih unggul dari yang lain. Seperti dikutip dari Bright Side, berikut ini 7 rahasia sukses sistem pendidikan di Jepang.

Baca Juga

Pengamat Sosial Batam Menduga Ada Permintaan Upeti DiBalik Penyeludupan 73 Kontainer

Aksi OTT, KPK Tangkap Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Batam

5 Februari 2026
32
PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi

PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi

12 November 2025
22

Tidur Dalam Kelas Justru Dipandang Sebagai Tanda Dedikasi

Jika di kebanyakan negara lain tidur dalam kelas dipandang sebagai kemalasan atau tanda tidak hormat, maka berbeda dengan di Jepang. Di negara Jepang tidur di dalam sudah menjadi pemandangan umum. Hal itu dikarenakan sekolah memiliki jadwal yang padat. Sehingga di Jepang, tidur di dalam kelas dianggap sebagai tanda dedikasi.

Ujian Sekolah Baru Diadakan di Kelas 4 ke Atas

Mungkin aturan ini cukup berbeda dari sekolah-sekolah di negara lain dan dianggap sedikit aneh. Namun sekolah di Jepang nyatanya lebih mengutamakan tata krama dibanding pengetahuan. Itulah mengapa selama 3 tahun pertama tujuan sekolah di Jepang adalah untuk mengembangkan karakter siswa-siswinya dan membentuk sopan santun. Para siswa-siswi akan diajarkan bagaimana caranya menjadi murah hati, berempati, dan memiliki belas kasih. Selain itu para murid juga diajarkan untuk menghormati orang lain dan membentuk ikatan dengan alam dan hewan.

Murid Membersihkan Sekolahnya Sendiri

Jika di sekolah-sekolah pada umumnya mempekerjakan petugas kebersihan, maka tidak demikian dengan sekolah di Jepang. Di Jepang, sekolah mewajibkan murid-muridnya untuk bertanggung jawab dengan kebersihan ruang kelas, kafetaria, hingga toilet. Hal itu bertujuan untuk mendidik para muridnya untuk saling membantu dan bekerja dalam tim. Dengan membersihkan meja, menyapu, dan mengepel lantai, para murid belajar untuk menghargai pekerjaan mereka sendiri dan juga orang lain.

Murid dan Guru Makan Bersama di Dalam Kelas

Sekolah di Jepang membiasakan murid-muridnya untuk makan bersama dengan gurunya di ruang kelas. Hal itu dipercaya dapat mendekatkan hubungan antara guru dan muridnya. Saat makan bersama biasanya guru dan murid juga akan saling berbincang untuk menciptakan suasana kekeluargaan. Selain itu, sistem pendidikan di Jepang juga memastikan para muridnya mengonsumsi makanan sehat dan seimbang. Untuk murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, menu makan siang biasanya dimasak dengan standar kesehatan oleh juru masak yang berkualifikasi.

Para Murid Mengikuti Les Tambahan

Les tambahan sangat populer di Jepang. Dengan les tambahan, para murid bisa mempelajari hal baru. Biasanya les tambahan diadakan di malam hari. Dan dengan mengikuti kelas tambahan itu, kesempatan para murid untuk masuk di Sekolah Menengah Pertama yang bagus jadi lebih meningkat. Tak seperti kebanyakan murid di negara-negara lain, di Jepang les tambahan pun tetap diadakan di hari libur maupun akhir pekan.

Murid di Jepang Belajar Puisi dan Menulis Kaligrafi Jepang

Kaligrafi Jepang, juga disebut Shodo, adalah bentuk seni di mana orang menulis karakter kanji yang bermakna (karakter Cina yang digunakan dalam sistem penulisan Jepang) dengan cara yang ekspresif dan kreatif. Di sisi lain, Haiku adalah bentuk puisi di mana frasa sederhana digunakan untuk menyampaikan emosi yang mendalam kepada pembaca. Bentuk puisi ini dianggap memiliki efek intelektual, terapeutik, dan estetika. Kedua kelas ini mengajarkan anak-anak untuk menghormati tradisi dan menghargai budaya mereka.

Sekolah di Jepang Mewajibkan Para Muridnya untuk Mengenakan Seragam

Aturan untuk mengenakan seragam bagi para murid di Jepang dimaksudkan untuk menghilangkan perbedaan, meningkatkan rasa kebersamaan dan juga kekeluargaan di antara para siswa. Aturan tersebut dimaksudkan agar apa murid bisa memfokuskan diri untuk mengekspresikan diri melalui metode lain di luar cara berpakaian.

Tags: JepangRahasi Sistem Pendidikan JepangSekolahSisitem Pendidikansistem pendidikan Jepang unggul
Sebelumnya

Taliban Larang Wanita Pergi Bekerja, Diminta untuk Tetap di Rumah

Berikutnya

Bersama Menhub, Gubernur Bahas Infrastruktur Pelabuhan dan Bandara Karimun dan Natuna

Berita Terkait

Pengamat Sosial Batam Menduga Ada Permintaan Upeti DiBalik Penyeludupan 73 Kontainer
SERBA - SERBI

Aksi OTT, KPK Tangkap Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Batam

5 Februari 2026
32
PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi
SERBA - SERBI

PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi

12 November 2025
22
Puluhan WBP Dinyatakan Lolos Tes Urine
SERBA - SERBI

Puluhan WBP Dinyatakan Lolos Tes Urine

6 November 2025
21

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Jetty Teluk Paku Diperbaiki, PT KIC Optimistis Dongkrak Ekonomi dan Tarik Investor

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabrakan Maut di Batu Ampar Batam, Dua Pengendara Tewas di Tempat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mantan Pekerja di Kawasan Industri Batam Bayu Suhendra Klaim Dipecat, Diduga Gara-Gara Melaksanakan Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kalahkan Gaji ASN, Gaji Pegawai SPPG Mulai Rp100 Ribu per Hari hingga Rp6,5 Juta

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mantan Direktur Polibatam Wafat Mendadak, Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Nongsa

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua DPD Perpat Batam Desak DPRD Panggil Perusahaan Terkait Dugaan PHK Usai Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ratusan WNA China Diduga Bekerja Ilegal di Batam, Perusahaan Klaim Hanya Belasan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Telan DAK 9 Milyar Lebih, Ponton Pelabuhan KPK Tanpa Atap

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Laporan Dugaan Maladministrasi, Ombudsman Kepri Tindak Lanjuti Laporan Sandra Fairul

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.