KEPRIONLINE.CO.ID,BATAM – Walikota Batam,Muhammad Rudi batal atau tidak jadi melakukan vaksinasi virus Covid 19 karena tekanan darah beliau tinggi saat dilakukan cek tensi oleh tim vaksinasi di Panggung Engku Putri Batam Center,Kota Batam,Jumat ( 15/1/2021) .
Dari pantauan media Keprionline.co.id dilapangan saat mengikuti kegiatan pencanangan vaksinasi usai melakukan pencanangan langsung penyuntikan vaksin yang dijadwalkan pertama adalah dari Pemko Batam yaitu Walikota Batam,Sebelum dilakukan penyuntikan harus melewati pemeriksaan seperti melakukan pendataan,cek tensi.
Walikota Batam,Muhammad Rudi mengatakan,hari ini saya tidak jadi di vaksin karena tekanan darah saya tinggi mungkin nanti setelah tekanan darah saya normal kembali saya akan suktik vaksin covid 19.
” Untuk itu saya meminta kepada seluruh masyarakat Kota Batam yang sudah terdata menerima suntikan vaksin supaya tidak ada penolakan dan mari kita dukung gerakan vaksinasi covid 19 karena ini salah satu langkah kita untuk memutus matai rantai penyebaran covid 19 di Kota Batam,kata Muhammad Rudi.
Sementara Sesuai rekomendasi perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam Indonesia (PAPDI) mengenai pemberian vaksinasi Covid-19 (Sinovac/Inactiveed) yaitu orang dewasa sehat usia 18-59 tahun, peserta menerima penjelasan dan menandatangi Surat persetujuan setelah penjelasan.
Didi melanjutkan untuk kriteria yang tidak diberikan vaksin Covid-19 yaitu pernah terkonfirmasi dan terdiagnosis Covid-19, mengalami penyakit ringan, sedang, stay berat, terutama penyakit infeksi dan/atau demam (suhu diatas 37,5 derajat).
Peserta wanita yang hamil, menyusui, atau berencana hamil selama periods imunisasi, memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin atau komposisi dalam vaksin, riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol atau kelainan darah yang menjadi kontradiksi infeksi intramuscular. ( KEPRIONLINE.CO.ID BATAM / r23 ) .






