Selasa, 21 April 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Ya Ampun! Terlilit Utang Rp 1 Miliar, Wanita Hamil Ini Terpaksa Jual Ginjalnya

kepri online
24 Januari 2022
di SERBA - SERBI
0
Ya Ampun! Terlilit Utang Rp 1 Miliar, Wanita Hamil Ini Terpaksa Jual Ginjalnya

foto istimewa

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Melvi Monita namanya. Ibu muda yang hamil tujuh bulan asal Depok, Jawa Barat, ini nekat menjual ginjalnya.

Semua itu terpaksa dilakukan demi melunasi utang Rp 1 miliar. Melvi bercerita mengenai utangnya yang membengkak gegara bisnis minyak goreng yang gagal.

Baca Juga

Satlantas Polres Karimun Edukasi Pelajar Lewat Police Goes To School, Tekankan Keselamatan dan Bahaya Berkendara Dalam Pengaruh Alkohol

Satlantas Polres Karimun Edukasi Pelajar Lewat Police Goes To School, Tekankan Keselamatan dan Bahaya Berkendara Dalam Pengaruh Alkohol

20 April 2026
10
Pengamat Sosial Batam Menduga Ada Permintaan Upeti DiBalik Penyeludupan 73 Kontainer

Aksi OTT, KPK Tangkap Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Batam

5 Februari 2026
32

“Kenapa saya bisa terlilit hutang, ya karena kan saya baru mulai bisnis. Bisnis jualan minyak goreng sama jualan online gitu,” kata Melvi, Jumat (21/1/2022).

Melvi mengaku dirinya baru pertama kali mencoba bisnis minyak goreng. Saat merugi pertama kali, dia lantas berutang untuk menambal kerugiannya.

“Terus saya minjam lagi buat mengganti yang saya pinjam. Jadi gali lobang tutup lobang,” cerita perempuan 24 tahun ini.

Waktu bergulir, Melvi tak dapat melunasi utangnya. Bak jatuh tertimpa tangga, utangnya justru membengkak karena bunganya yang tinggi.

“Jadi yang bikin bengkak bunganya itu. Misalnya minjam Rp10 juta, dibalikinnya harus Rp15 juta. Terus bisa sampai Rp20 juta,” jelasnya.

Melvi pun harus berhadapan dengan para penagih utang. Tak jarang, penagih utang tersebut menunggu di depan rumahnya sampai pagi.

Selain itu, penghasilan suaminya sebagai karyawan sudah habis untuk membayar kebutuhan hidup, seperti membayar kontrakan, membeli susu dan pampers anak, serta membayar cicilan motor.

“Suami ada, karyawan biasa. Tapi kan gajinya kecil.”

Tak memiliki pilihan lain, dia memutuskan untuk menjual ginjalnya.

Dia bilang kepada penagih utang untuk menunggu sampai ginjalnya terjual.

Disinggung soal risiko menjual ginjal, Melvi mengaku sudah mempelajarinya dan siap untuk hidup dengan satu ginjal.

“Iya kan saya pelajari juga, tanya-tanya dampaknya seperti apa ke depannya. Saya sudah nerima sih maksudnya sudah siap lah kedepannya seperti apa kalau ginjal saya sampai kejual,” tegasnya.

Keluarga dan suaminya pun sudah setuju jika Melvin akan menjual ginjalnya.

Bahkan, kata Melvi, suaminya bakal pasang badan jika ada yang ingin membeli ginjal suaminya.

“Suami saya juga setuju dan siap pasang badan kalau ada yang mau ginjal dia juga. Kalau ada yang mau ginjal saya kan otomatis nunggu saya lahiran ya, kalau lagi hamil belum bisa,” tukasnya.

Ditungguin Penagih Utang

Belakangan ini, Monita mengaku para penagih utang tersebut semakin sering mendatangi kediamannya untuk menagih.

“Kadang kalau saya enggak ada dia nunggguin sampai pagi,” ucapnya.

“Saya bilang saya belum ada, saya lagi berusaha jual ginjal. Sampai saya bilang kalau memang ada yang mau langsung hubungin saya juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Monita mengaku suaminya yang berprofesi sebagai karyawan biasa, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang saya pas-pasan untuk mencukupi anak-anak saya. Apalagi saya kan lagi butuh biaya juga buat lahiran. Usia kandungan saya tujuh jalan delapan bulan,” bilang Monita.

“Suami ada, karyawan biasa. Tapi kan gajinya kecil, cukup buat bayar kontrakan, cicilan motor, susu anak, sama pampers anak,” sambungnya lagi.

Terakhir, kembali menyoal dirinya yang nekat menjual ginjal, hal tersebut telah dipikirkannya matang-matang.

“Iya kan saya pelajari juga, tanya-tanya dampaknya seperti apa ke depannya. Saya sudah nerima sih maksudnya sudah siap lah kedepannya seperti apa kalau ginjal saya sampai kejual,” jelasnya.

“Keluarga saya setuju, suami setuju, suami saya juga setuju dan siap pasang badan kalau ada yang mau ginjal dia juga. Kalau ada yang mau ginjal saya kan otomatis nunggu saya lahiran ya, kalau lagi hamil belum bisa,” pungkasnya.

Reaksi Tetangga

Yani sang tetangga membenarkan bahwa kamar kontrakan tersebut ditinggali oleh Monita. Ia mengatakan bahwa Montia sedang tidak ada di rumah, dan pergi beberapa jam yang lalu.

“Iya itu rumahnya (Monita). Tapi orangnya lagi gak ada, pergi sih tadi beberapa jam yang lalu. Kalau gak salah ke rumah saudaranya,” kata Yani di lokasi pada TribunJakarta, Jumat (21/1/2022).

Yani mengatakan, dirinya juga dan beberapa warga sekitar telah mengetahui kabar bahwa Monita tengah menjual ginjalnya.

“Saya tahu, tapi ya sebatas itu saja,” katanya singkat.

Sementara soal utang piutang, Yani juga tak mengetahui banyak motif permasalahan ekonomi yang menjerat tetangganya ini.

“Gak tahu sih berapanya. Tapi memang katanya dia lagi terlilit utang,” ungkapnya.

Selain Yani, seorang warga lainnya yang enggan disebutkan namanya membeberkan bahwa dirinya baru mengetahui kabar Monita nekat menjual ginjalnya.

“Astagfirullah, baru tahu saya mah. Kok bisa ya nekat begitu,” tuturnya.

Ia mengatakan, Monita merupakan sosok yang kurang bersosialisasi dengan tetangga sekitarnya.

Monita juga baru tinggal di kamar kontrakan tersebut selama kurang lebih dua bulan lamanya.

“Dia (Monita) gak pernah cerita juga sama orang sini kalau lagi ada masalah apa, kurang sosialisasi gitu. Belum lama juga kok tinggalnya, baru dua bulan kurang lebih,” ucapnya.

Terakhir, ia menyebut bahwa Monita tinggal bersama suaminya di kamar kontrakan tersebut.

“Tinggal berdua sama suaminya. Suaminya kerja, kalau dia (Monita) ibu rumah tangga kayaknya sih. Tapi ya jarang ngobrol gitu kurang sosialisasi,” pungkasnya. (SUMBER: metroonlinett.com).

Tags: bisnis minyak goreng yang gagal.hamil tujuh bulanjual ginjalMelvi Monitaterlilit utang
Sebelumnya

Nasib Seorang Ibu Koma Usai Melahirkan Karena KDRT Suami, Air Matanya Menetes Tiap Sentuh Bayinya

Berikutnya

Nasib Nahas Pengendara Mobil di Cakung: Disangka Maling, Dikejar Massa, dan Dipukuli hingga Tewas

Berita Terkait

Satlantas Polres Karimun Edukasi Pelajar Lewat Police Goes To School, Tekankan Keselamatan dan Bahaya Berkendara Dalam Pengaruh Alkohol
KARIMUN

Satlantas Polres Karimun Edukasi Pelajar Lewat Police Goes To School, Tekankan Keselamatan dan Bahaya Berkendara Dalam Pengaruh Alkohol

20 April 2026
10
Pengamat Sosial Batam Menduga Ada Permintaan Upeti DiBalik Penyeludupan 73 Kontainer
SERBA - SERBI

Aksi OTT, KPK Tangkap Mantan Kepala Kantor Bea Cukai Batam

5 Februari 2026
32
PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi
SERBA - SERBI

PT Timah Deklarasi Anti Bullying Lewat Sosialisasi

12 November 2025
22

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    Bripda Natanael Tewas di Asrama Polisi Polda Kepri, Diduga di Aniaya Senior

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Jetty Teluk Paku Diperbaiki, PT KIC Optimistis Dongkrak Ekonomi dan Tarik Investor

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mantan Pekerja di Kawasan Industri Batam Bayu Suhendra Klaim Dipecat, Diduga Gara-Gara Melaksanakan Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Telan DAK 9 Milyar Lebih, Ponton Pelabuhan KPK Tanpa Atap

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua DPD Perpat Batam Desak DPRD Panggil Perusahaan Terkait Dugaan PHK Usai Sholat Jumat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PT TIMAH Bantu Renovasi Gedung Serbaguna Kundur Barat, Warga Kembali Nikmati Fasilitas Multifungsi

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kalahkan Gaji ASN, Gaji Pegawai SPPG Mulai Rp100 Ribu per Hari hingga Rp6,5 Juta

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ratusan WNA China Diduga Bekerja Ilegal di Batam, Perusahaan Klaim Hanya Belasan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • CIC Soroti Oknum Plt. Kadis Kesehatan Lampung Tengah Diduga Gelapkan Dana Kegiatan Layanan Kesehatan UKM dan UKP Miliaran Rupiah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polsek Sekupang Ringkus Pelaku Curanmor, Motor Curian Dipakai Gasak HP di Batam Kota

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.