Keprionline.co.id, KARIMUN – Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole Intan menegaskan penataan pasar sore di Pasar Puan Maimun bukan sekadar persoalan relokasi pedagang, melainkan langkah strategis untuk menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan kemajuan ekonomi bersama.
Penegasan itu disampaikan Rocky saat menunjukkan peta lokasi Pasar Puan Maimun kepada awak media terkait rencana relokasi pedagang ke Blok D, Minggu (19/4/2026).Menurut Rocky, pemerintah daerah telah mendengar berbagai keluhan pedagang, dan penataan dilakukan bukan untuk merugikan pihak manapun, melainkan demi kepentingan seluruh pedagang.
“Penataan pasar bukan semata soal relokasi, tetapi juga untuk menjaga ketertiban dan kemajuan ekonomi pedagang di Pasar Puan Maimun. Ini bukan untuk merugikan siapa pun, tapi untuk kepentingan bersama,” tegas Rocky.
Ia juga membantah tudingan sejumlah pedagang yang menilai pemerintah daerah tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Menurutnya, langkah penataan justru bertujuan menciptakan pasar yang lebih nyaman, tertib, dan mendukung aktivitas perdagangan.
“Pemerintah ingin menata pasar agar lebih baik. Kami juga terbuka untuk duduk bersama, tapi jangan menolak tanpa solusi,” ujarnya.
Rocky menyebut kondisi pasar saat ini merupakan dampak kebijakan masa lalu yang dinilai kurang tertata, sehingga pemerintah kini berupaya melakukan pembenahan agar aktivitas perdagangan ke depan berjalan lebih baik.
Terkait relokasi pedagang ke Blok D, Rocky menjelaskan rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah, kata dia, akan kembali turun ke lapangan guna memastikan kesiapan lokasi sebelum keputusan final diambil.
Ia menegaskan Pasar Puan Maimun merupakan aset milik pemerintah daerah yang dikelola Perumda Bumi Berazam Jaya Karimun, sehingga kebijakan penataan harus dipatuhi demi kepentingan bersama.
Sementara itu, Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Karimun, Muhammad Mahsun, mengatakan jadwal relokasi yang sebelumnya direncanakan pada 21 April masih menunggu keputusan Bupati Karimun Iskandarsyah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaksanaan relokasi pedagang pasar sore ke Blok D berpotensi kembali mengalami penundaan. (James).






