KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Kasus pengeroyokan terhadap Leonard Aritonang dan Turut Lumbantoruan di depan kantor BMI Mitra Mall Batuaji, Kamis (13/5/21) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari yang diduga dilakukan kelompok RS, HN dan TS beserta rekan-rekan hampir 30 orang, masih diburu oleh Tim Buser Polresta Barelang.
Terkait hal ini, salah seorang korban yang mengalami pengroyokan, Turut Lumbantoruan kepada keprionline, Sabtu (15/05/2021) di Kenji Batam Centre mengatakan, prihal kejadian pengroyokan tersebut dirinya sudah melapor ke Polresta Barelang.
Turut Lumban meminta polisi segera menangkap agar para pelaku pengroyokan secepatnya ditangkap.
“Saya minta bandar togel yang keroyok kami agar dijebloskan ke Penjara”, kata Turut Lumban
KF salah satu saksi menceritakan kronologi, diceritakannya, saat itu dirinya diundang untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara pelaku dan para korban. Sampai di lokasi, KF melihat RS mukul korban Turut Lumbantoruan, dan di lokasi sudah bersembunyi beberapa para pelaku pengroyok.
Sambung KF, “Tak lama kemudian datang seorang yang ngaku-ngaku RT dengan menggunakan motor sembari membawa parang, sempat mau menebas saya, untungnya saya menghindar, para pelaku yang bersembunyi di alang-alang dekat parit dan berapa orang lagi yang sudah mengepung menyerang dan salah satunya menghajar Leonard dengan cangkul dari belakang hingga mengenai kepala Leonard hingga tumbang kemudian dihajar dan ditendang oleh Irvan dan kawan-kawan sehingga korban tidak sadar diri di lokasi”, ujarnya.
Korban yang sudah bersimbah darah dan tidak sadarkan diri kemudian para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Sedangkan korban langsung dibawa ke RS Embung Fatimah. Ucapnya
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Aritonang se-Batam Mangihut Radjagukguk mengutuk dan mengecam keras aksi main hakim sendiri, pengroyokan terhadap Leonard Aritonang dan Turut Lumban Toruan yang diduga dilakukan kelompok RS, HN dan TS beserta rekan-rekan hampir 30 orang.
“Saya minta kepada pihak Kepolisian agar para pelaku secepatnya ditangkap, saya terus memantau dan mengikuti perkembangan pencarian para pelaku tersebut”, jelasnya
Sambungnya, Sesuai keterangan, antara korban dengan pelaku tidak ada persoalan dan hanya membantu menyelesaikan permasalahan Turut Lumban Toruan saja,” ujar Mangihut.
“Saya mewakili kumpulan marga Aritonang se – Batam meminta kepada pihak kepolisian agar secepatnya kasus ini diusut,”
Korban Leonard Aritonang saat ini masih mengalami koma di RS Embung Fatimah. (*)





