Keprionline.co.id, Nasional – Pedagang merana usai TikTok mengumumkan akan menutup fitur jual-beli online di platformnya, TikTok Shop, mulai jam 17.00 WIB, hari ini Rabu (4/10).
Pengumuman itu disampaikan lewat akun resmi TikTok.
“Prioritas utama kami adalah untuk menghormati dan mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, kami tidak akan lagi memfasilitasi transaksi e-commerce di dalam TikTok Shop Indonesia, efektif per tanggal 4 Oktober, pukul 17.00 WIB,” kata TikTok melalui situs resminya.
Pihak TikTok mengumumkan penutupan TikTok Shop dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan pemerintah melalui Permendag 51 Tahun 2023 yang diteken pada Selasa (26/9) lalu.
Dalam aturan tersebut, dijelaskan bahwa media sosial dilarang berperan ganda sebagai e-commerce.
Media sosial hanya bisa melakukan promosi barang, tetapi dilarang mengakomodir transaksi di dalam aplikasinya.
TikTok mengatakan akan memberikan dukungan penuh terhadap pemenuhan pesanan, baik yang telah maupun sedang berlangsung.
Layanan pelanggan juga akan diaktifkan hingga transaksi terakhir pada 4 Oktober pukul 17.00 WIB. Para seller yang berjualan di TikTok Shop pun dikirimi surat pemberitahuan.
“Kami akan mendampingi seller TikTok Shop Indonesia untuk melalui masa sulit ini,” ujarnya dalam surat notifikasi ke seller.
Beragam tanggapan pun muncul di media sosial usai TikTok mengumumkan bakal tutup platform TikTok Shop.
Seolah serba salah, para pedagang justru ramai mengeluhkan penurunan pendapatannya. Hal itu diungkapkan salah satu pemilik usaha tempat tisu bernama Restia.
Diketahui, Restia mengaku penutupan TikTok Shop ini berpengaruh pada segi omzet dan karyawan.
“Dari segi omzet dan pengurangan karyawan juga. Salah satunya Host TikTok terpaksa diistirahatkan dulu,” katanya, Rabu (4/10).
Restia mengaku selama enam bulan membuat konten jualan di TikTok dirinya bisa mendapatkan pesanan dari instansi ternama.
Menurutnya, TikTok Shop bisa memberikan peluang pembeli lebih luas dan potensial.
“Di bulan pertama kami live, kami sudah mendapatkan orderan hampers dari instansi ternama, kebetulan salah satu viewer kami adalah staf yang mengurusi pengadaan di perusahaan tersebut dan tidak sengaja melihat konten kami yang FYP. Ia bertanya-tanya ketika kami live sampai akhirnya closing,”ujarnya, Rabu (3/8).
Walaupun TikTok Shop sudah resmi dihapus, dia akan tetap menyajikan konten-konten di platform tersebut.
Ia juga akan menggiring pembeli untuk memesan lewat platform lain atau Whatsapp. (Red)

