KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Prajurit Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) TNI menembak mati 2 anggota teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, di Pegunungan Batu, Dusun 6 Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (11/07) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dua anak buah Ali Kalora yang tewas itu bernama Rukli dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. Keduanya merupakan warga Poso.
Rukli sendiri memiliki ciri-ciri berbadan sedang kurus, berkulit sawo matang dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Rambutnya ikal dan tidak berjenggot maupun berkumis.
Sementara Ahmad Gazali alias Ahmad alias Mat Panjang, berbadan kurus tinggi dengan tinggi badan sekitar 172 sentimeter. Rambutnya pendek bergelombang, bermuka lonjong dengan bibir tebal.
Panglima Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) Tricakti Mayjen TNI Richard Tampubolon membenarkan informasi tersebut, Minggu (11/07).
Menurutnya, Tim Tricakti satuan Kopassus yang dipimpin Lettu Inf David Manurung beranggotakan 5 orang berhasil mendekati camp kelompok MIT walau medannya sulit serta hutan lebat.
“Penyergapan ini berhasil setelah dengan sabar dan cermat mengendus bekas-bekas jejak yang ditinggalkan kelompok MIT sejak tanggal 7 Juli 2021 yang lalu”, ujarnya.
Berdasarkan laporan lanjutnya, Tim Tricakti berhasil mendekati Camp kelompok MIT secara senyap dan kerahasiaan tinggi. Merayap ke sasaran sejak pukul 22.00 WITA Sabtu malam (10/07) hingga subuh hari Minggu (11/07). Akhirnya pada jarak sekitar 5 meter dari posisi camp terlihat samar dalam kegelapan ada beberapa orang kelompok MIT sedang istirahat.
Setelah diyakini bahwa benar mereka adalah anggota teroris MIT, Dantim Tricakti 2 Lettu Inf David Manurung langsung memberikan perintah untuk membuka tembakan guna melumpuhkan kelompok MIT tersebut.
Pangkoopsgabsus Tricakti Mayjen Richard, meyakini dalam peristiwa penyergapan, ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat. Dengan tewasnya dua orang tersebut, diduga ada juga yang melarikan diri.
Mayjen Richard meyakini ada yang terluka dari tiga orang yang melarikan diri di tengah kegelapan di hutan lebat tersebut. Hal ini diyakini dari bekas ceceran darah yang pagi ini terlihat di sekitar tempat kejadian perkara.
(Sumber: kumparan.com)






