Keprionline.co.id, Batam – Suryanti (35) Warga Kapling Tiban Baru Blok E RT.05 RW.06 Kelurahan Tiban Kecamatan Sekupang Kota Batam ini harus rela tinggal dirumah yang berukuran 4×4 berdinding seng.
Kondisi yang memprihatinkan itu harus ia jalani dikarenakan kondisi ekonomi yang pas-pas an, karena suaminya yang bekerja serabutan dan harus menghidupi ke empat anaknya.
Apalagi saat ini suaminya sedang sakit, habis dioperasi kaki karena kecelakaan ditempat kerjanya.
Suryanti pun berharap pemerintah dapat memberikan bantuan bedah rumah agar tempat tinggalnya layak untuk ditempati, terlebih untuk tumbuh kembang anak-anaknya.
“Saya berharap pemerintah bisa membantu kami untuk memberikan bantuan bedah rumah, karena rumah yang kami tempati ini jauh dari kata layak,” kata Suryani yang akrab disapa Mama Caca ini kepada awak media, Jumat (01/09/2023).
Diceritakan Suryanti, dia bersama suami dan ke empat anaknya harus rela menahan panasnya matahari disiang hari karena rumah yang ditempati dikelilingi seng baik atap rumah maupun dinding rumah.
“Kalau siang kondisi didalam rumah panas sekali pak, kasian anak-anak saya ngak bisa tidur pak, begitu juga pada malam hari,” ungkapnya lirih.
Suryanti mengaku sering mendengar adanya bantuan bedah rumah untuk warga dari pemerintah, namun dia tidak mengerti bagaimana cara bisa mendapat bantuan tersebut.
“Sedih saya pak, kalau melihat anak-anak saya harus tinggal di gubuk berdinding seng ini, mau diperbaiki tapi duit darimana, mudah-mudahan pemerintah mau melihat kondis kami disini dan bisa membantu membedah rumah kami ini,” pungkasnya penuh harap. (Red)






