KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Seorang Mahasiswa salah satu PTS di Kota Batam menjadi korban penikaman oleh 3 orang Preman dikawasan Nagoya Batam Minggu (27/06/2021) sekira pukul 03.00 Wib.
Rangga Mahasiswa PTS Ibnu Sina di Batam yang juga bekerja di salah satu gerai Indomaret di Kota Batam mendapatkan luka bacokan pada lengannya akibat dipalak oleh 3 orang Preman.
Menurut teman korban kepada keprionline kejadiannya bermula saat korban habis membeli makan di kawasan Nagoya tepatnya di dekat citywalk.
Saat melajukan sepeda motornya, tiba-tiba korban di berhentikan oleh 3 orang Preman yang juga menaiki sepeda motor, kemudian korban dimintain sejumlah uang.
Korban sempat melawan dengan mengatakan tidak ada uang, lalu pelaku memegang tangan korban dan langsung membacok tangannya dengan menggunakan pisau.
Usai membacok para pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang bercucuran darah.
Menanggapi kejadian tersebut Ketua Umum Forum Kepemimpinan (FKM) Mahasiswa kota batam Edo Andrean mengutuk keras aksi premanisme yg terjadi di kota batam mengakibatkan salah satu kadernya di tikam di kawasan Nagoya kota Batam.
Edo menyayangkan pihak berwajib dalam hal ini Polresta Barelang tidak tanggap terhadap laporan korban.
Pasalnya petugas di Polresta Barelang terkesan tidak merespon korban yang membuat pengaduan. Terlepas dari SOP ataupun lainnya, menurut Edo Seharus nya pihak kepolisian sebagai pengayom masyarakat bisa merespon terlebih dahulu laporan korban baru menghantarkan korban untuk berobat dengan di dampingi pihak yang berwajib, “ini malah disuruh berangkat sendiri dalam keadaan kondisi lemas dan tangan bercucuran darah disertai korban yang masih mengalami trauma, guna visum”. Ujar Edo.
“Saya berharap apabila ada kejadian seperti ini lagi petugas kepolisian Polresta Barelang dapat membantu korban yang datang sendiri untuk dikawal guna mendapatkan perawatan medis, karena tidak semua korban yang melapor paham prosedur pengaduan”. terang Edo.
Sambung Edo rencananya Forum Kepemimpinan Mahasiswa akan melakukan unjuk rasa damai di Polresta Barelang memprotes maraknya aksi premanisme di Kota Batam.
FKM mengapresiasi dan mendukung penuh perintah dari Kapolri untuk melakukan penindakan terhadap aksi premanisme dan pungutan liar (pungli). Ujar Edo
“Terkait insiden pembacokan terhadap aktivis mahasiswa Ibnu Sina ini, FKM akan mengawal proses hukum korban yang akan membuat laporan pengaduan kembali dan meminta pihak kepolisian Polresta Barelang segera usut tuntas aksi premanisme ini sampai pelaku di tahan,”. jelas Edo
Kami minta jangan ada lagi mahasiswa yang jadi korban premanisme di Kota Batam ini, tutup Edo. (Oki)






