Keprionline.co.id, BATAM – Kondisi memprihatinkan ruas Jalan Raden Patah Blok 3, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, menjadi sorotan tajam publik. Jalan yang dipenuhi lubang serta kerap tergenang air saat hujan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan diduga semakin parah akibat penutupan saluran drainase secara permanen di sepanjang jalur tersebut. Ironisnya, penutupan ini tidak disertai pembangunan bak kontrol maupun sistem pengelolaan air sesuai standar teknis.
Akibatnya, setiap kali hujan turun, kawasan tersebut langsung tergenang air dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter. Genangan ini diduga menjadi faktor utama mempercepat kerusakan jalan dalam waktu singkat.
Tak hanya itu, saluran drainase yang seharusnya berfungsi mengalirkan air justru diduga dialihfungsikan sebagai area parkir, mulai dari kawasan sekitar sekolah hingga area komersial di dekat The L Hotel. Bahkan, ditemukan pula indikasi penutupan akses drainase di area proyek pembangunan tanpa perizinan dan perencanaan teknis yang jelas.
Kondisi ini menuai kekecewaan dari masyarakat. Salah seorang pelaku usaha di lokasi, Lambok Pranata Sihombing, mengaku geram karena permasalahan tersebut tak kunjung mendapat perhatian serius.
“Kami taat membayar pajak, tetapi kondisi jalan seperti ini seolah dibiarkan. Harusnya ada bak kontrol, jangan asal tutup drainase. Kalau hujan turun, ini bisa jadi seperti kolam,” ujarnya.
Dari sisi hukum, penutupan drainase tanpa izin dan tidak sesuai standar teknis berpotensi melanggar aturan tata kelola infrastruktur dan lingkungan. Publik pun menyoroti lemahnya pengawasan dari BP Batam dan Pemerintah Kota Batam terhadap aktivitas pembangunan di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun langkah konkret dari pihak berwenang. Minimnya respons tersebut semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap kerusakan fasilitas umum.
Warga dan pelaku usaha mendesak pemerintah serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah tegas, di antaranya:
- Melakukan perbaikan total jalan yang rusak
- Menormalisasi dan membuka kembali saluran drainase
- Membangun bak kontrol sesuai standar teknis
- Mengevaluasi izin pembangunan di kawasan tersebut
Masyarakat berharap permasalahan ini segera ditangani agar tidak terus berlarut dan mengancam keselamatan pengguna jalan. (Oky).






