Keprionline.co.id, Karimun – Kurang lebih 300 Ton bahan baku peledak masuk ke Karimun melalui pengiriman kapal kargo di Pelabuhan bongkar muat Parik Rempak, Sei Raya Meral Kota, Karimun beberapa waktu lalu.
Ketua Gapenta Karimun, Maniur Tua Simamora melalui, Kabid Investigasi, Agus Salim mengakui sudah melakukan peninjauan ke lokasi bongkar barang bahan baku peledak di pelabuhan bongkar muat Parik Rempak, Sei Raya, Meral Kota, Kamis ( 14/04/2025).
Tetapi saat itu aktifitas tidak ada, mungkin karena sudah malam, ujar Agus.
Dari keterangan ABK kapal KM Great Sindoro, bahwa kapal ini berangkat dari Jakarta menuju pelabuhan bongkar muat barang taman bunga Karimun, tetapi bongkar barang di pelabuhan Parik Rempak , ujar Agus.
Peralihan bongkar barang bahan baku peledak ini, yang rencananya di bongkar di Pelabuhan bongkar muat Taman Bunga, tetapi bergeser ke pelabuhan parik Rempak, ini menjadi kecurigaan bagi Gapenta adanya dugaan pengangkutan barang bahan baku peledak ini tidak dilengkapi dengan dokumen – dokumen resmi atau tidak sesuai dengan aturanya, ujar Agus kepada media, Senin ( 17/4/2025).
Dalam waktu dekat Gapenta Karimun akan melakukan konfirmasi ke KSOP Karimun untuk mempertanyakan dokumen Shipping Instruction kapal KM Great Sindiro, ujar Agus.
Kita meminta pemerintah harus benar-benar melakukan pengawasan 300 ton bahan baku peledak jenis amonium nitrat dan detonatornya, supaya tidak disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ujar Agus.
Kasubsi Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun, Heriyanto saat dikonfirmasi terkait dengan bahan baku peledak mengalui sudah ada dokumen PPFTZ-03 dan barang bahan baku peledak merupakan milik PT Dahana, ujar Heriyanto.
Untuk nilai barang saya tidak bisa pastikan karena saya tidak ada pegang dokumen dan saya saat ini masih ada diklat, ujar Heriyanto kepada media saat di konfirmasi melalui sambungan WA, Senin ( 17/03/2025 ). ( Jantua ).






