KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG ~ Ketua Tim Akreditasi RSUP Kepri yang juga sebagai Anggota Badan Pengawas Rmah Sakit Provinsi Kepri, dr. Sunarto, M.Kes mengakui ada “Insiden” saat penanganan proses Hemodialisa (Cuci Darah) pasien Alfonso Situmeang.
Hal itu disampaikannya kepada awak media di ruang kerjanya di lantai 4 RSUP Provinsi Kepri Bt 8 atas Tanjung Pinang. (2/11)
“Pasien atas nama Alfonso itu adalah pasien lama kami dari tahun 2014. Sewaktu cek kesehatan di tanggal 18 Oktober lalu, kami berkesimpulan bahwa pasien ini harus menjalani hemodialisa (cuci darah). Pihak keluarga pasien setuju dan dilakukan tindakan medis yang dimaksud. Proses tindakan medis cuci darah ini ditangani oleh dokter bedah yaitu dr. Fitri Ashadi,” tuturnya.
Masih menurut dr. Sunarto, saat memasukkan alat CDL Wire terjadi insiden terhadap pasien.
“Ketika tim yang dipimpin oleh dr. Fitri melakukan proses memasukkan CDL Wire, setelah masuk alat itu lepas dan tidak bisa diambil atau ditarik kembali. Alat itu sendiri fungsinya adalah sebagai guidance wire dengan panjang kira-kira 30 CM yang memandu alat pencuci darah itu. Ketika hal itu terjadi, dr. Fitri menghubungi saya dan melaporkan insiden tersebut. Lalu saya memerintahkan agar CDL Wire tersebut diambil dan caranya hanya dengan operasi. Jadi tidak benar ada selang yang tertinggal. Pemberitaan itu keliru. Itu masih dalam prosedur pekerjaan kami,” tambahnya.
Akibat dari insiden tersebut Alfonso harus dioperasi di RS. Budi Kemuliaan-Batam karena di sana alat-alat yang dibutuhkan lebih lengkap.
“dr. Fitri ditemani oleh perawat mendampingi Alfonso ke RS Budi Kemuliaan. Proses operasi pengambilan CDL Wire tersebut dipantau langsung oleh dr. Fitri. Ini menunjukkan tanggung jawab moral akibat insiden yang terjadi,” kata dr. Sunarto.
Pasca Operasi, Alfonso hingga saat ini masih dirawat di RSUP Kepri. Kondisinya semakin membaik. Pihak RSUP, menurut dr. Sunarto siap menanggung semua biaya perobatan hingga sembuh.
“Kami siap menanggung semua biaya akibat insiden itu. Jadi semua biaya yang tidak tercover oleh BPJS akan kami handle. Itu komitmen kami. Dan kepada pasien dan keluarga pasien Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian insiden ini. Ini sungguh-sungguh tidak kita harapkan. Ke depannya kita akan tetap mengevaluasi kinerja dan SDM kita agar lebih baik lagi. Kita ingin pelayanan kita lebih baik. Kita akui ada kekurangan dalam pelayanan.
Terhadap human error yang dilakukan oleh dr. Fitri, dr. Sunarto menegaskan akan ada sanksi.
“Komite medik IDI akan ambil keputusan. Sanksi terberat yang akan diambil kemungkinan dr. Fitri dalam menangani pasien harus dalam pengawasan, atau tidak bisa melakukan tindakan medik yang serupa lagi,” tutupnya. (KEPRIONLINE/TANJUNG PINANG/GIBSON MANURUNG)





