Sabtu, 24 Oktober 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Ikan Mas, Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia

A Husien Widjaya
27 Maret 2021
di SERBA - SERBI
0
Ikan Mas, Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia
Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID,NASIONAL-Sebuah penelitian di Australia menemukan, sebanyak 360 juta ekor ikan mas tinggal di saluran air Australia di tahun yang “basah” ini.

Sementara di “tahun biasa”, jumlah ikan mas bisa turun hingga 200 juta, menurut ilmuwan yang terlibat dalam penyusunan Rencana pengendalian ikan mas nasional di Australia

Baca Juga

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
19

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
20

Mereka telah mencatat biomassa dan massa jenis dari ikan yang dikenal dengan sebutan tersebut dalam pertama di Austarila  yang diterbitkan di jurnal Konservasi Biologis.

Kelompok peneliti itu telah mengumpulkan data dari 4.831 titik di seluruh tipe habitat ikan mas, seperti sungai, lembah, lahan basah, dan ‘billabong’ atau muara sungai yang buntu.

Kepala ilmuwan Institut Arthur Rylah Bidang Penelitian Lingkungan, Jarod Lyon mengatakan 96 persen ikan mas yang teridentifikasi ditemukan di daerah pantai timur Australia.

“Ketika jumlahnya mulai di atas 100 kilogram, per hektar, mulai muncul dampak terhadap segala jenis biota, tumbuhan air, ikan, dan burung dan binatang lainnya.”Jarod Lyon dari Institut Arthur Rylah mengatakan ikan mas menimbulkan beberapa risiko vegetasi air dan hancurnya keanekaragaman hayati. (Supplied: DELWP)

Menurutnya, di beberapa lahan basah, jumlah ikannya bisa mencapai hingga 1.000kg per hektar, yang dampaknya jauh melebihi dari apa yang selama ini kita ketahui.

Dr Lyon mengatakan beberapa titik yang diteliti meliputi lahan basah di Victoria, dataran banjir di ‘Lower Murray-Darling’ Australia Selatan, dan daerah tangkapan air Sungai Lachlan.

Ikan mas yang dikenal dengan nama ‘common carp’ (Cyprinus carpio) di Australia terkenal sebagai ikan pemakan lumpur dan perusak kualitas air.Dr Lyon mengatakan ikan tersebut mengancam keanekaragaman hayati di Australia.

Mengendalikan populasi ikan mas ,Pemerintah federal Australia mengumumkan akan menggelontorkan dana sebesar A$15 juta untuk meneliti kemungkinan penyebaran virus herpes ikan mas yang dianggap kontroversial pada bulan Mei 2016.

Namun banyak nelayan komersil, seperti Garry Warrick dari Barmera, di ‘Riverland’ Australia Selatan skeptis terhadap virus herpes ikan mas dan dampak yang ditimbulkan ikan mas mati terhadap spesies lainnya.”Kita tidak akan bisa mengambil semua ikan mas yang ada, bahkan jika ada virus,” kata Warrick.

“Kita hanya bisa mengambil 50 persennya dalam jangka panjang, itu kemungkinan yang terbaik.”Kebanyakan sistem sungai di Australia memiliki massa jenis besar ikan mas. (Supplied: DELWP)

Gary mengaku telah terlibat dalam beberapa eksperimen yang dilakukan tim Rencana Pengendalian Ikan Mas Nasional di sungai ‘Riverland’ dan khawatir terhadap hasilnya.

“Mereka meletakkan enam ikan mas mati ke sungai untuk melihat dampaknya dan malah membunuh ikan mas yang hidup karena mereka kehabisan oksigen dan airnya berubah menjadi hitam,” kata Warrick.

“Jadi mungkin [percobaan ini] bisa membunuh ikan yang hidup di sungai itu juga

Meskipun masih belum jelas apakah pelepasan virus herpes ikan mas akan dilanjutkan, Dr Lyon mengatakan penelitian ini juga dapat digunakan sebagai teknik kontrol lokasi yang spesifik, seperti kandang dan pemindahan manual.”Di tingkat spesies, [kegiatan] ini tidak akan menimbulkan banyak perubahan,” katanya.

“Namun dampaknya bisa sangat kuat dan positif di level situs di mana komunitas dapat ambil bagian dalam program pengurangan ikan mas.”

Warrick kini membantu di Lake Bonney dan anak sungai lainnya. Menyelamatkan habitat ikan mas tersebut dengan menangkap ikan mas

Ia mengatakan telah menyaksikan banyak perubahan di habitat air selama 35 tahun terakhir dari pengalamannya memancing, dan percaya bahwa salah satu masalah terbesarnya adalah sedikitnya sungai di daerah tinggi.

Beberapa ikan mas digunakan untuk memproduksi pupuk taman.

“Ikan mas berkembang biak karena sungainya tidak mengalir,” katanya.

“Mereka membawa lumpur ke sungai, jumlahnya sudah terlalu banyak hingga mengalahkan spesies aslinya.”

Warga ‘Riverland’ bernama Kym Manning mengatakan telah menyaksikan perubahan kondisi sungai tersebut dari waktu ke waktu.”Ketika saya muda, tidak pernah ada ikan mas, ikan mas pertama yang saya lihat ada di tahun ’70-an,” katanya.

“Ikan mas telah membawa perubahan yang buruk.”Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini. (SUmber Detiknews)

Tags: di Australiadi IndonesiaDianggapDisantapHamaIkan Mas
Sebelumnya

Kondisinya Terluka Parah Usai Dilindas Truk, Wanita Ini Malah Diperkosa, Yaampun

Berikutnya

Kepala Pria Ini Terlihat Aneh, ternyata Selundupkan Emas di Bawah Wig

Berita Terkait

SERBA - SERBI

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
19
SERBA - SERBI

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
20
SERBA - SERBI

Slottio Online Casino – Fun en Fast-Track pour le Joueur à Pulsation Rapide

4 September 2026
16

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dua Orang Diduga Pengguna Narkoba Terjaring Raziah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polisi Musnahkan Sabu Seberat 1.3 Kg

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 2 Napi WNA Bebas, Kedutaan Besar Malaysia Jemput Napi di Lapas Narkotika Tanjungpinang

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kejari Batam Siap Dukung Deklarasi PWI-SMSI: Tolak Intimidasi, Dorong Pemberitaan Berkualitas

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kades Jang Akui Tolak Tanda Tangani Surat Tanah Karena Masuk Hutan Lindung Bukan Karena Ada Dendam Pribadi

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kesal Tak Diajak Berhubungan Badan, Tante Di Riau Ajak Keponakan Dan Suami Main Bertiga

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PT AAP Serahkan Beda Rumah dan Bantuan Paket Sembako ke Warga Teluk Lekup

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polsek Kundur Gelar Patroli Pagar, Cegah Kriminalitas Malam Hari

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.