Keprionline.co.id, Batam – Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Sumatera Utara. Banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah pada Kamis (27/11/2025) mengakibatkan 34 orang meninggal dunia, 52 masih hilang, serta puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 17 jiwa, disusul Kota Sibolga dengan 8 korban jiwa. Data lainnya tersebar di sejumlah kabupaten/kota yang juga terdampak parah.
Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kepulauan Riau, Jhonson F. Sibuea, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah yang menghantam kampung halaman tersebut. Ia mengatakan, tragedi ini bukan hanya menjadi luka bagi warga Sumut, tetapi juga getir bagi seluruh perantau yang berada di berbagai daerah termasuk Kepulauan Riau.
“Kami keluarga besar IKABSU Kepri sangat berduka. Ini adalah luka bagi seluruh orang Sumatera Utara, terlebih bagi keluarga para korban. Sebagai perantau, hati kami ikut hancur melihat penderitaan saudara-saudara kita di kampung halaman,” ujar Jhonson dengan suara penuh keprihatinan.
Menurutnya, duka ini menjadi pengingat betapa rentannya masyarakat di wilayah rawan bencana dan betapa pentingnya solidaritas antarsesama anak Sumatera Utara.
Jhonson juga mengajak seluruh warga asal Sumut di Kepri, paguyuban daerah, komunitas perantau, serta elemen masyarakat lainnya untuk mengirimkan doa dan memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan penanganan bencana di Sumut.
“Mari kita bersatu dalam doa dan empati. Saudara-saudara kita sedang menghadapi cobaan berat. Kehadiran perhatian dan dukungan moral dari kita semua sangat berarti bagi mereka,” ungkapnya.
IKABSU Kepri juga menyampaikan harapan agar seluruh proses pencarian korban berjalan lancar dan para penyintas mendapatkan perlindungan serta kekuatan selama masa pemulihan.
Jhonson menutup pernyataannya dengan doa bagi seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Semoga para korban yang hilang segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kami di perantauan turut berduka sedalam-dalamnya untuk Sumatera Utara.”. Tutupnya. ( Oky ).






