Keprionline.co.id, Karimun – Kepala Dinas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra mengakui sampai saat ini hewan ternak di karimunbelum ada terindikasi penyakit virus Nipah, Dimana sampai saat ini belum ada warga Karimun yang melaporkan hewan mereka terserang virus Nipah.
“Dalam waktu dekat Dinas Pangan dan Pertanian akan melakukan sidak kelapangan , untuk memberikan solusi dan sosialiasi supaya ternak warga karimun tidak terjangkit virus Nipah ini, ujar Sukri .
Virus Nipah adalah infeksi virus berbahaya yang bisa menyebabkan radang otak. Penularan virus Nipah terjadi dari hewan ke manusia. Sampai saat ini belum diketahui pengobatan yang efektif untuk infeksi virus ini. Oleh karena itu, warga Karimun perlu waspada terhadap penyebab dan gejala yang bisa ditimbulkannya.
Virus Nipah termasuk infeksi zoonosis, yang artinya menular dari hewan ke manusia. Awalnya, penularan virus Nipah terjadi dari kelelawar buah ke hewan-hewan peternakan, seperti babi.
Namun, tidak hanya babi, beberapa hewan peternakan atau peliharaan lain, seperti kambing, kuda, anjing, atau bahkan kucing, juga bisa tertular dan akhirnya menularkan virus Nipah.
Kemudian, penularan ke manusia bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi hewan ternak yang terinfeksi atau terpapar cairan tubuh, seperti darah dan kotoran dari hewan yang terinfeksi. Selanjutnya, penularan antarmanusia bisa terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh penderita, termasuk droplet, darah, dan urine, ujar Kepala Dinas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra kepada media, Rabu ( 04/2023 ).






