Keprionline.co.id, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus menggencarkan penyaluran air bersih bagi masyarakat yang terdampak keterbatasan pasokan. Hingga Sabtu, 4 April 2026, total distribusi air bersih yang telah disalurkan mencapai kurang lebih 711 ton.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan bahwa peningkatan intensitas distribusi ini merupakan respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang terus meningkat di sejumlah wilayah.
Menurut Teguh, peningkatan volume distribusi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah kota dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih secara memadai di tengah kondisi yang ada.
Secara rinci, sejumlah lokasi yang telah menerima distribusi air bersih antara lain Pesantren Ibnu Usman sebanyak 17 ton, Jalan Transito Gang Satria 7 ton, Jalan Harmoko 4 ton, serta Masjid Nur Al Weini sebanyak 3 ton.
Selain itu, bantuan air bersih juga disalurkan ke beberapa kawasan permukiman, di antaranya Perumahan Asoka sebanyak 4 ton, Perumahan Griya Senggarang Permai 1 ton, serta Perumahan Mahkota Alam Permai sebanyak 1 ton.
Teguh menambahkan, pola distribusi ke depan akan terus diperkuat dengan pendekatan yang lebih responsif dan berbasis kondisi riil di lapangan. Pemerintah terus melakukan pemetaan kebutuhan di setiap wilayah agar penyaluran dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Satgas Pendistribusian Air Bersih se-Kota Tanjungpinang, Dedi Ariyanto, mengimbau masyarakat yang terdampak untuk segera melapor agar dapat ditangani dengan cepat.
Ia menyampaikan bahwa warga dapat menghubungi Satgas melalui nomor 0821-7325-5567. Selain itu, masyarakat juga bisa berkoordinasi dengan RT, RW, maupun lurah setempat guna mempercepat proses penanganan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa tim di lapangan mengedepankan kecepatan dan ketepatan dalam setiap proses distribusi. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti, dengan pengaturan suplai yang dilakukan secara dinamis agar wilayah yang membutuhkan penanganan cepat dapat diprioritaskan. (Oky).






