Keprionline.co.id, Nasional – Titik panas dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Kalimantan mulai berkurang dratis pada pekan ketiga Oktober 2023. Hal tersebut disampaikan, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.
“Terutama di Kalimantan Tengah jumlah hotspot dalam bulan Oktober ini pekan pertama sangat tinggi, pekan kedua turun, pekan ketiga turun. Wilayah itu yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Rabu (25/10/2023).
Lebih lanjut, Abdul mengatakan, penurunan hotspot di wilayah yang terdampak karhutla sejak awal hingga ketiga bulan Oktober 2023. Di wilayah Kalimantan Tengah, dari pekan pertama 30.478 titik, kemudian menurun pada pekan kedua 11.245 titik, dan pekanu ketiga 6.224 titik.
“Kemudian, di Kalimantan Selatan dari pekan pertama 7.144 titik kemudian menurun pada pekan kedua 1.998 titik, dan pekan ketiga 892 titik. Sementara di Kalimantan Barat, dari pekan pertama 5.692 titik, kemudian menurun pada pekan kedua 626 titik, dan pekan ketiga 382 titik,” kata Abdul.
Menurut Abdul, Wilayah Sumatera Selatan masih tampak kenaikan hotspot. Dari pekan pertama 16.207 titik, kemudian menurun pada pekan kedua 11.161 titik, dan pekan ketiga naik menjadi 18.459 titik.
“Sedangkan di provinsi yang lain, secara umum di pekan ke-3 bulan Oktober turun. Ini yang kita harapkan sebenarnya, dan memang sesuai dengan yang kita hitung di awal, harusnya dengan kondisi musim dan cuaca yang kita harapkan sudah mulai bergeser ke peralihan dari kering ke hujan,” ucap Abdul.
Selain itu, Abdul mengatakan, wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang terdapat banyak hotspot di Sumatera Selatan sulit diakses. Sehingga, respons tim darat yang menjadi ujung tombak kesulitan untuk menjangkau lokasi. (Red)






