Keprionlline.co.id, Bintan – Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Kabupaten Bintan mengalami penurunan selama lima empat taun terakhir ini,pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 Kabupaten Bintan yang mengalami penurunan dari 8,86 orang menjadi 4,53 ribu, Sementara untuk daerah lain seperti Kota Batam dari 11,79 ribu orang pada tahun 2020, turun menjadi 7,68 ribu pada tahun 2024.
Kabupaten Karimun, dari 8,36 ribu menjadi 5,52 ribu. Kota Kota Tanjungpinag dari 9,30 ribu orang menjadi 4,69 ribu, Kabupaten Natuna dari 4,10 ribu menjadi 3,89 ribu, Kabupaten Lingga dari 4,41 ribu orang menjadi 3,38 ribu, dan Kabupaten Kepulauan Anambas dari 3,44 ribu menjadi 2,38 ribu.
Dari data diatas Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Kepulauan Riau dalam tiga tahun terakhir megalami penurunan dan masih dalam kondisi terkendali dalam dua tahun terakhir.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau, TPT Provinsi Kepri bahkan menunjukkan masih dalam kondisi terkendali dalam dua tahun berturut-turut, turun sebesar 0,72 persen.
TPT Kepri sebesar 7,61 persen pada Februari 2023 turun menjadi 6,89 persen pada Februari 2025. Dari berjumlah 84,23 ribu pada Februari 2023, turun menjadi 75,21 ribu pada Februari 2025.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengungkapkan, keberhasilan menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kepulauan Riau ini salah satunya dengan upaya Pemprov Kepri meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada.
Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan pembekalan keahlian kepada lebih dari 2.000 milenial hingga menjadi tenaga kerja profesional.
Selain itu, upaya meningkatkan kualitas SDM juga dilakukan melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan UPT Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) di kawasan FTZ Sei Bati, Karimun.
“Pembangunan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitasnya, sehingga dapat bersaing di pasar kerja,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad . ( Popy ).




