KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Wakil Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan didampingi isteri, mengungkapkan, sebelum diisukan telah berselingkuh dengan seorang wanita yang diunggah di media sosial, ternyata ada upaya pemerasan minta proyek dan uang tunai oleh beberapa orang.
“Jadi sebelum diposting mereka meminta proyek maupun minta uang. Ada beberapa orang tetapi perinciannya sudah diketahui, dan nanti biarlah penyidik (Poldasu) yang menangkap atau menangani kasus tersebut, ” kata Oloan P Nababan pada Minggu 29 Agustus 2021 malam.
Oloan menyebut secara resmi akun Arjun Permana telah dilaporkan ke Polda Sumatera Utara dengan nomor LP/B/1341/VIII/2021/SPKT/Polda pada Selasa 24 Agustus 2021 lalu.

“Kami tidak kenal akun Arjun Permana, tetapi yang memposting ini kami ketahui
orangnya dan sudah dilaporkan Sari Simanjuntak ke Polda Sumatera Utara,” katanya.
Oloan mengungkap upaya pemerasan berlangsung sejak bulan Juli hingga Agustus 2021. Dengan modus minta proyek kepada Sari Simanjuntak dan agar disampaikan kepada Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Pemerasahan secara Berturut-turut ada bukti-buktinya, dan pemerasan itu kepada Sari Simanjuntak. Dan pernah kepada saya, namun nomornya tidak saya kenal lalu tidak saya tanggapi,” kata Oloan.
Bantah berselingkuh
Malam itu Oloan Paniaran Nababan didampingi sang isteri Erma Simbolon membantah isu dirinya telah berselingkuh dengan seorang wanita bernama Sari Simanjuntak seperti unggahan akun Arjun Permana.
Oloan mengatakan wanita dalam foto beredar di media sosial masih keluarga dekat yang dikenalnya sejak lama.
“Bahwa postingan akun facebook atas nama Arjun Permana tersebut tidaklah benar. Foto-foto yang diposting akun Arjun Permana adalah foto-foto hasil editan. Perempuan yang ada dalam di foto-foto bernama Sari Simanjuntak yang merupakan pariban (sepupu) saya, ” ungkap Oloan Paniaran Nababan kepada wartawan pad Minggu 29 Agustus 2021 malam.
Foto dan Video Diedit
Oloan mengatakan foto-foto yang beredar di media sosial seperti unggahan akun Arjun Permana merupakan foto editan dari dokumentasi pertemuan umum dan kedinasan.
Dijelaskan, saat kegiatan kala itu turut dihadiri oleh kepala desa, babinsa ,tokoh masyarakat, mahasiswa USU, ibu-ibu yang sedang arisan, anak-anak dan saudara kandung (ito) dari Sari Simanjuntak.
“Foto itu kemudian diedit oleh oknum yang tidak bertanggungjawab menjadi seolah-olah pertemuan pribadi, yang bertujuan untuk melakukan pemerasan untuk mendapatkan proyek maupun uang,” kata Oloan.
Oloan mengatakan saat ini kasus itu sudah di tangani oleh Polda Sumut dan semua alat bukti tentang dugaan adanya rencana pemerasan dalam kasus ini telah diserahkan kepada pihak penyidik.
Intinya bahwa isi postingan yang mengatakan dia berselingkuh tidak benar. Karena kasus itu sudah di tangani Polda Sumut dia berharap biarlah menjadi ranah penyidik.
“Jika rekan-rekan dari media ingin mengetahui perkembangannya, silahkan mengonfirmasi kepada pihak yang berwajib. Saya memohon kepada Polda Sumatera Utara untuk mengusut tuntas kasus ini agar jadi pembelajaran kedepannya dan supaya bijak dalam bermedia sosial,” harapnya.
Dijadikan Pembelajaran Berharga
Menanggapi postingan itu, Erma Simbolon selaku isteri pendamping setia Oloan Paniaran Nababan sejak 18 tahun silam mengarungi bahtera rumah tangga mereka, mengaku akan menjadikan tudingan sesat itu sebuah pembelajaran berharga saja selaku pejabat negara.
“Saya yakin pak Oloan tidak akan berselingkuh, kami berkeluarga selama 18 tahun baik-baik saja, puji Tuhan sudah dikaruniai 4 anak dan saya anggap sebuah pembelajaran saja,” kata Erma.
Terkait pembicaraan Oloan dan Sari Simanjuntak dengan bahasa mesra seperti ungkapan sayang, dia nilai itu sebuah tanda keakraban saja dalam berbicara sehari-hari.
“Yang diucapkan pak Wabup dengan bahasa sayang itu hal biasa dan saya kira sengaja dipelesetkan oleh orang tidak bertanggung jawab seperti dalam video. Kami dirumah dan lingkungan kerja adalah hal biasa dengan ucapan itu,” kata Erma Simbolon menanggapi unggahan video akun Arjun Permana.
Hingga berita ini, keterangan Polda Sumatera Utara melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi terkait perkembangan tindak lanjut penyelidikan kasus ini belum berhasil diterima kureta.
(Sumber: kureta.id)






