KEPRIONLINE.CO,ID, BATAM FEATURE – Sore hari menjelang magrib cuaca Batam begitu mendung dan bertanda hujan akan turun, Sekali-kali terlihat kilat menghiasi langit, dan terlihat seorang wanita muda berambut lurus dan berkulit sawo matang yang menggunakan seragam medis berdiri diteras rumahnya sambil melihat awan hitam dilangit Kota Batam.
,” kayaknya ini mau hujan, sementara mau antar anak ketempat nenek Ibu baru pergi kerja, pikir Nadia Pasaribu sambil membuka pintu gerbang rumahnya dan mengeluarkan motornya dari teras rumah.
,” Jojo bawa tas biar saya antar ke tempat nenek, dengan cepat Jojo ambil tas bersama Lala adek peremupuannya dan bergegas naik ke Motor, Jelang 15 minet Nadia bersama dua anaknya sampai di rumah ibunya. Hore sampai rumah nenek, ucap Jojo dengan wajah bahgia sambil menyalam neneknya yang sudah menunggu di teras rumah bersama tantenya.
” Bu, saya tidak usah mampir ya, karena saya masih beres-beres rumah sebelum berangkat kerja, ucap Nadia Pasaribu,” oh ya, Jojo dada mama, hati-hati dijalan , ucap Ibu. Nadia langsung pergi sambil menikmati hembusan angin terasa dingin saat itu.
Sampai dirumah, Nadia langsung mengambil sapu dan menyapu rumah, tiba-tiba berhenti,” kok badan saya teras sakit-sakit ya, kenapa iya?, ucap Nadia dalam hati, Nadia langsung bergegas ke dapur dan meminum secangkir air putih hangat,moga saya tidak terpapar covid 19,” ucap Nadia Pasaribu.
Jelang 15 Minet usai meminum air hangat, tubuhnya mulai meriang dan suhu badan mulai panas atau deman disertai sakit kepala dan sakit tenggorakan.Nadia langsung bergegas mengambil handphonenya dan menghubungi pimpinan untuk konsultasi terkait dengan kondisinya saaat itu.
,” Ibu selamat malam , Ibu kenapa ya tiba-tiba saya meriang dan suhu badan panas tinggi atau deman disertai sakit kepala dan sakit tenggorakan, ucap Nadia. ” Kamu jangan panik bagusan kami istrahat dulu dirumah dan besok langsung polymerase chain reaction ( PCR ) ke Rumah Sakit otorita batam, Ucap drg , Irma solvia Kepala Puskesmas Tanjung Sengkuang.
Pagi Jumat ( 30/7/2021 ) suasana Rumah Sakit Otorita Batam begitu ramai, Nadia langsung bergegas menuju ruang PCR yang didampingi petugas medis dari Puskesmas Tanjung Sengkuang, selang beberapa jam hasil PCR terkonfirmasi positif covid 19 atas nama Nadia Pasaribu keluar, mengetahui hal itu Nadia Pasaribu terlihat santai dan tidak panik, ini resiko petugas medis selaku garda terdepan dalam penanganan pasien Positif Covid 19, ujar Nadia dalam hatinya.
Malam hari usai terkonfirmasi pasien Covid 19, rumah Nadia Pasaribu terlihat sepi, tidak ada suara canda tawa dari dua anaknya tersanyang karena harus pisah rumah karena Nadia harus melakukan Isolasi mandiri di rumahnya, dalam kesunyian Nadia pasaribu terbaring diatas tempat tidurnya dan sekali-sekali melihat pesan whatshaapnya dan membaca pesan-pesan menghibur dan pesan motivasi sebagai peyemangat dari rekan kerjanya dan keluarganya.
Meski terpapar covid 19 Nadia Pasaribu tidak patah semangat, saya yakin Tuhan pasti menyembuhkan saya dari penyakit ini, karena semua rekan kerja, sahabat-sahabatnya dan keluarga selalu mendoakan kesembuhannya dan kembali bekerja melayani masyarakat di Puskesmas Tanjung Sekuang.
Saya berpikir wabah pandemi Covid 19 ini menjadi pengalaman baru bagi seluruh petugas medis, dimana setiap petugas medis memiliki resiko terpapar penyakit ini karena menjadi garda terdepan dan kontak langsung dengan pasien-pasien terkonfirmasi positif covid 19.
Tetapi perlu disampaikan kepada seluruh masyarakat supaya wabah pandemi covid 19 jangan dianggap sepele dan ini benar-benar ada dan siapa yang menganggap sepele dan tidak mematuhi prokes 5 M maka covid 19 akan menyerang kita dan bahkan keluarga besar kita.
Kami berjuang demi kesembuhan masyarakat yang terpapar Covid 19, tetapi ada sebagaian masyarakat yang mengabaikan, tetapi ini adalah sebuah fenomena yang harus dihadapi oleh pemerintah dimana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi prokes 5 M tidak segampang membalikkan telapak tangan, mari kita untuk saling memangku tangan dan bekerjasama memutus mata rantai penyebaran covid 19, pesan Nadia kepada keluarga dan sahabat -sahabatnya.
” Usai menjalani isolasi mandiri dan kembali berkatifitas Nadia Pasaribu tidak trauma dan sama sekali tidak takut terjangkit pasien Covid 19 ini, Tentu saya lebih semangat, saya tidak mau covid 19 menjadi alasan saya menjauh dari tanggung jawab selaku petugas medis, walaupun sehari – hari selalu menggunakan alat Pelindung diri ( APD ) yang membuat tubuh kami panas dan kesulitan untuk bergerak dan masker yang selalu menutup wajah lelah kami ini sudah kami anggap biasa.
Semua pekerjaan ada resiko, memang pandemi ini mengajarkan kita banyak hal dan pengalaman-pengalaman baru, hal ini yang menjadi motivasi bagi petugas medis untuk menjalankan visi dan misi Puskemas Tanjung Sengkuang untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, intinya kebersamaan yang selalu kita jaga, dan saya pun tidak bisa melewati masa isolasi mandiri tanpa dukungan dari Kepala Puskesmas Tanjung sekuang, tim kerja dan keluarga, ucap Nadia Pasaribu petugas medis Puskesmas Tanjung Sengkuang. ( KEPRIONLINE.CO.ID FEATURE / JANTUA DOLOK SARIBU ) .






