KEPRIONLINE.CO.ID, ARTIKEL – Pandemi Covid 19 musibah yang merubah sistem interaksi mobilisasi pergerakan manusia selama dua tahun ini, hal ini disebabkan karena penyebaran virus covid 19 melalui Droplet atau percikan air yang keluar dari saluran pernapasan ketika seseorang batuk maupun bersin.
Risiko penularan virus COVID-19 melalui droplet akan meningkat drastis apabila seseorang tidak mengenakan masker. Namun ternyata, droplet tidak hanya sebatas cairan yang dikeluarkan ketika bersin atau batuk, melainkan juga ketika berbicara, bernyanyi, maupun tertawa.
Selain itu, penyebaran virus Covid 19 bisa juga melalui kontak fisik seperti berjabat tangan adalah salah satu media penularan COVID-19, karena kita tidak pernah tahu ada berapa banyak kuman, virus, maupun bakteri ditangan kita dan lawan bicara. Makanya, sebisa mungkin hindari kontak fisik secara langsung, ( Melansir dari WHO ).
Penyebaran virus covid 19 berlangsung cepat dan sudah banyak memakan korban membuat pemerintah mengambil keputusan dengan membatasi mobilisasi masyarakat dan merubah sistem belajar tatap muka menjadi sistem daring atau virtual dengan menggunakan aplikasi zoom,calsroom dan beberapa aplikasi lainya, kebijakan ini dibuat pemerintah untuk menekan angka pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di Indonesia.
Mengajar sistem online ini menjadi fenomena bagi tenaga pendidik dan para siswa karena masih banyak hal-hal yang masih dibenahi untuk bisa maksimal mensukseskan sistim belajar online ini sampai saat ini, Akibat Pandemi covid 19 ini, tenaga pendidik dipaksa menjadi guru yang lebih kreatif untuk mempertahankan mutu pendidikan di Negara kita.
Kebijakan pemberlakuan belajar daring memaksa dunia pendidikan indonesia untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring. Hal ini ini tentunya ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa dan tenaga pengajar, siswa dan guru
Masa pandemi virus korona memaksa dunia pendidikan di Indonesia harus dapat beradaptasi dengan teknologi dan inovasi belajar. Inovasi sudah sepatutnya dilakukan oleh seorang gurumi memenuhi kebutuhan siswa dan memperbaiki proses pembelajaran yang telah ada.
Demikian juga dengan strategi, teknik dan metode yang digunakan oleh guru, strategi tentunya tidak selalu sama dalam setiap pertemuan sehingga diperlukan variasi dan kesesuaian dalam setiap penggunaan strategi yang diambil dan hal inilah yang harus bisa dikuasi oleh guru supaya lebih keeatif di masa pandemi covid 19 ini.
Sistem belajar mengajar online sebenarnya kurang efisien dan masih terlalu dini untuk kita laksanakan tetapi karena situasi pendemi covid 19 sistem belajar mengajar online solusi terakhir untuk mempertahankan mutu pendidikan.
Dampak dari sistem belajar mengajar online dimana hubungan komunikasi tidak bisa dilakukan secara tatap mata sehingga ada beberapa kesulitan yang muncul salah satu lebih longgarnya pengawasan guru saat pelaksanaan belajar.
Saat proses mengajar online bisa saja siswa bermain game online khususnya kalangan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan Sekolah Menengaj Atas ( SMA ), persoalan inilah memotivasi guru untuk lebih kreatif dalam melalukan sistem belajar mengajar online supaya siswa tidak bermain game saat proses belajar.
Jika guru tidak mampu untuk berkreatif dimasa pandemi covid 19 ini maka mutu pendidikan akan hilang sekarang ini.Jadi guru di tuntut kreatif untuk merencanakan pembelajaran dengan adaptasi menggunakan aplikasi-aplikasi yang sudah ada dalam piranti. Karena kreativitas guru merupakan salahsatu solusi untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang bermaknda dalam masa pandemi ini. ( Penulis Ari Kurniawati, S. Pd. SDN 75 Pagar Alam ).






