KEPRIONLINE,CO,ID,KEPRI – Seperti kita ketahui belakangan ini, pandemi covid 19 di Kepri semakin meningkat. Kami harapkan pemerintah Daerah jangan panik, sehingga dapat terpancing melakukan tindakan-tindakan pencitraan, yang sebenarnya kurang signifikan mengurangi covid 19 di provinsi ini. Pemerintah fokus saja dgn program vaksinasi dan 3T dan masyarakat disiplin melakukan 3M. Itu yg lebih efektif. Ungkap anggota DPRD Kepri Wirya Putra Sar Silalahi, Sabtu (8/05/2021)
Kita ketahui program nasional, target presiden jokowi adalah 1 juta vaksin per hari, ada lebih 10.000 puskesmas seluruh Indonesia, dan setiap puskesmas seharusnya mekakukan 100 vaksinasi per hari.
Di Kepri ini ada sekitar 70 puskesmas yg terakriditasi. Kalau sesuai target nasional seharusnya bisa mencapai 7000 atau secara persentase sebanyak 7600 vaksinasi per hari.
Namun Sampai saat ini, di Kepri masih sekitar 700 vaksin per hari, atau hanya 10% dari seharusnya yg diharapkan dicapai Kepri. Masih jauh dari target. Seluruh Dinkes di Kepri ini, baik provinsi dan kabupaten/ kota se provinsi kepri harus cepat berkoordinasi agar target ini tercapai.
Demikian juga dengan 3T, test, tracing, treatment. apakah Pemerintah sudah mencapai target WHO test per hari, yaitu mencapai 0,1% per minggu atau sekitar 300 test pcr per hari.
Demikian juga dgn Treatment, apakah rumah sakit di Kepri telah bisa meminimalkan orang yang meninggal karena covid 19. Barangkali kita perlu belajar dari singapura, karena mereka bisa meminimalkan penderita Covid 19, hanya 31 yg meninggal dari total 61.000 yg pernah positif covid 19 di sana.
“Itulah yg menjadi target utama Satgas Covid 19 di Kepri, masih sangat jauh dari target. Jangan terpancing melakukan tindakan-tindakan pencitraan, yg hanya membuat rakyat makin susah, karena sudah setahun ini menanggung dampak pandemi ini.
Sebagai contoh, tindakan Walikota Batam, HM Rudi yang tidak menutup industri dan perusahaan di Batam, sangat diapresiasi, karena itu bisa mengurangi dampak pengangguran di Batam. Kita ketahui, Batam sangat terpukul dgn anjlokya wisatawan asing berkunjung di Batam.
Kalau tahun 2019 ada 1,9 juta wisman ke batam. Perhitungan pemasukan bisa sampai 17 triliun rupiah, kini pendapatan batam dari wisman hilang per tahun. Bisa dibayangkan kalau industri dan perusahaan di paksa tutup oleh pemerintah. Bisa terjadi kerusuhan sosial di Batam. (Oki)






