KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Generasi muda merupakan generasi yang memiliki kemampuan, semangat tinggi dan memiliki wawasan yang lebih luas untuk mengembangakan dan memajukan Negara. Bahkan untuk mencapai sebuah revolusi dari suatu bangsa biasanya didobrak oleh generasi muda. Ungkap politisi muda Wasekwil DPW PKB Kepri, Kurnia Fazrison. SE

Menurutnya orang muda memiliki kreativitas dan inovasi yang luar biasa dalam menciptakan peluang bagi daerahnya, maka seharusnya anak muda di era digital memiliki wawasan global dan bertindak lokal.
Lanjut Mantan Ketua BEM Ibnu Sina, disaat ini peran pemuda sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang penuh energi, yang optimis, diharapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusahan dan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dengan metode thinking out of the box yang inovatif, sehingga dunia tidak melulu hanya dihadapkan pada hal-hal jaman old yang itu itu saja dan tidak pernah berkembang.
“Dengan kata lain pemuda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari pemimpin masa kini”. Katanya.

tantangan pemuda hari ini
Pemuda tahun 1928 memiliki tantangan menyingkirkan primordialisme untuk meleburkan diri dalam semangat persatuan Indonesia.
Sementara, tantangan kaum muda hari ini, sudah pasti berbeda dengan pemuda pelopor pra-kemerdekaan pada waktu itu. Tak terkecuali, tantangan kaum muda di bidang politik. Ucapnya
Pemuda dan semangatnya dibutuhkan sebagai change agent dalam berbagai sektor, termasuk sektor politik. Selama masih ada yang namanya “negara”, politik juga akan selalu ada. Terangnya

Sambung mantan Ketua Forum Kepemimpinan Mahasiswa (FKM) ini, Pada saat kancah politik dikuasai oleh orang-orang yang tidak berkualitas, semakin orang-orang yang berkualitas menjauhi area tersebut. Hal ini terjadi terus menerus dan menjadi lingkaran setan.
Disinilah peran generasi milenial harus bisa bertindak sebagai change agent dan memutus lingkaran setan tersebut.
Pemuda harus tetap optimis dan tidak berhenti melakukan langkah-langkah perbaikan, termasuk dalam sektor politik. Pemuda harus mau peduli dengan kualitas politik negaranya dan berani terjun ke dalamnya.
Karena perbaikan politik hanya akan terjadi pada saat orang-orang baik, profesional dan berintegritas masuk ke dalam politik.

Di Indonesia, ada sekitar 81 juta penduduk yang termasuk dalam generasi milenial. Berarti sekitar hampir 32% dari total populasi di Indonesia. Pertanyaannya: Mampukah kelompok 32% ini menjadi change agent untuk Indonesia? Siapkah mereka untuk membangun dan meneruskan Indonesia? Ini yang menjadi tantangan terbesar bagi generasi milenial Indonesia.
Menurut Fajrison politik itu bagaikan udara. Suka atau tidak suka, kita tetap membutuhkan udara untuk hidup. Demikian halnya dengan politik. Suka atau tidak suka, kita tetap membutuhkan politik dalam keseharian kita,” ujarnya
pemahaman politik bagi generasi muda menjadi suatu kebutuhan agar calon pemilih muda memiliki kesadaran akan pentingnya politik untuk masyarakat dan negara.
“Karena, semua instrumen kehidupan kita ditentukan oleh keputusan politik. Harga beras, minyak, gula sampai harga kuota internet dan bensin ditentukan oleh keputusan politik. Karena semua kebijakan, termasuk kebijakan ekonomi pemerintah ditentukan melalui keputusan politik. Jelasnya
Kehadiran kelompok muda dalam berpolitik di Indonesia tentu merupakan langkah positif untuk mengimbangi kekuatan politik yang selama ini dilaksanakan oleh para politisi berusia senior dengan segala pengalamannya.
“Keberadaan kelompok muda ini diharapkan akan membawa dampak positif, terutama dalam dinamisnya pengambilan keputusan yang dinilai akan jauh lebih cepat dan energik”. cetusnya
Situasi politik di Indonesia dengan polarisasi isu yang luar biasa, mulai dari isu agama, suku, ras, etnis, sosial budaya, dan ekonomi, sebenarnya menjadi tantangan berat bagi teman-teman muda yang mendedikasikan dirinya dalam dunia politik, terutama jika bersinggungan dengan posisi mereka sebagai wakil rakyat.

Lebih lanjut Ketua Anak Muda Indonesia (AMI) Kepri ini mengungkapkan kelompok muda dalam berpolitik akhirnya harus mampu memperlihatkan tanggung jawab, bahwa mereka akan menjadi bagian solusi dari permasalahan bangsa.
“Masyarakat menantikan kerja dinamis kelompok muda dalam kontribusinya mempercepat pengambilan keputusan dalam kebijakan-kebijakan yang diperlukan oleh masyarakat serta turun ke akar rumput untuk melihat situasi yang dialaminya”. Ujarnya
Jumlah partisipasi politik muda dalam memilih memperlihatkan bahwa suara mereka sangat penting untuk diwakili oleh para politisi muda sehingga mereka tidak terkesan menyia-nyiakan suara mereka, serta bagaimana pada akhirnya kelompok muda ini yang akan menjadi salah satu garda terdepan untuk kembali menata negara dan daerah melalui kerja-kerja politik mereka di Lembaga pemerintahan. Tutupnya (Oki)






