KEPRIONLINE.CO.ID, KARIMUN – Dalam kunjungan media Keprionline ke Dusun Kericik Desa Jang, Senin (23/08/2021), media Keprionline menanyakan tanggapan warga terkait masuknya PLN Desa tepatnya di Dusun Kericik.
Beberapa orang mengaku senang karena sudah ada kemajuan penerangan listrik ke rumah mereka, salah satunya Adi warga Kampung Pasir.
Adi mengakui cukup senang walau jam operasionalnya masih terbatas.
“Walaupun masih hidup mulai dari pukul 17.00 Sampai pagi pukul 7.00 Wib, saya sudah merasa terbantu. Kegiatan di rumah lebih mudah, tidak memakai pelita lagi sebagai penerangan. Kalau pakai mesin sendiri, biaya operasionalnya cukup besar apalagi kalau ada kerusakan,” kata Adi.
Berbeda dengan tanggapan Adi, Ishak warga Dusun Kericik merasa kecewa dan marah terhadap pelayanan PLN Moro, khususnya Petugas PLN Moro yang bernama Rikky.
“Sudah setahun saya menunggu agar listrik masuk ke rumah saya, tapi tak kunjung dipasang meteran listriknya. Saya sudah ajukan permohonan ke salah seorang petugas PLN Moro,” ujar Ishak.
“Bukan hanya saja yang mengalami masalah ini, warga lain juga seperti SD Negeri Dusun Kericik,” sambungnya,
Ishak menjelaskan bahwa dia sudah berulang kali menghubungi petugas PLN Moro tersebut lewat telepon baik melalui pesan singkat (SMS), terakhir tanggal 16 Juli 2021.
“Saya sudah coba telepon dan SMS petugas itu, tapi tidak pernah diangkat maupun dibalas,” jelasnya.
Ishak mengatakan, dia berusaha memasukkan listrik di rumahnya demi kebahagian anaknya.
“Walaupun dari segi ekonomi sebenarnya saya belum mampu, demi kebahagiaan anak saya bersedia mencicil biaya pemasukan listrik ke rumah saya,” ungkapnya.
“Dengan segala hormat, saya minta kepada pimpinan Petugas PLN Moro dan pihak terkait, yaitu saudara Rikky tolong segera selesaikan permasalahan ini. Kalau memang tidak bisa pasang, kembalikan uang saya,” mohonnya.
“Mudah-mudahan dengan apa yang saya sampaikan dan rasakan ini, agar tolong segera ditanggapi,” tutup Ishak.
(KEPRIONLINE.CO.ID/ SONIP).
Editor: Odie Sigiro






