Keprionline.co.id, KARIMUN — Warga Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, melakukan penutupan akses menuju kolong bekas galian yang berada di belakang kantor desa, Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terjadinya korban jiwa di lokasi yang dinilai berbahaya tersebut.
Kegiatan penutupan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Gemuruh, Ari Supriadi Nurfaizal, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemuda, hingga perangkat desa setempat.
“Upaya penutupan lokasi kolong agar tidak ada korban serupa. Paling tidak dengan pemasangan pagar dan spanduk larangan berenang sebagai tanda peringatan untuk siapa saja,” ujar Ari di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, kolong bekas galian memiliki kedalaman yang cukup ekstrem dan kondisi yang tidak aman, sehingga berpotensi membahayakan warga, khususnya anak-anak yang kerap beraktivitas di sekitar lokasi.
Menurutnya, langkah penutupan ini dilakukan demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Pemerintah desa juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi serta mengingatkan anak-anaknya untuk tidak bermain atau berenang di area tersebut.
“Kita harapkan peran orang tua untuk selalu mengingatkan anaknya agar tidak beraktivitas, apalagi berenang di kolong bekas galian tersebut,” tambahnya.
Selain pemasangan pagar, pemerintah desa juga memasang spanduk larangan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi lagi insiden yang merugikan.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat dan potensi kecelakaan di lokasi kolong bekas galian dapat diminimalisir. (Oky).






