Senin, 7 September 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Viral Tradisi Kawin Tangkap di Sumba Kembali Terjadi

kepri online
9 September 2023
di SERBA - SERBI
0
Viral Tradisi Kawin Tangkap di Sumba Kembali Terjadi

Viral Tradisi Kawin Tangkap di Sumba Kembali Terjadi

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Keprionline.co.id, Nasional – Seorang perempuan di Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), diambil paksa oleh sekelompok pria. Kejadian ini viral setelah para ‘penculik’ itu menangkapnya, memasukkan dalam pikap lalu dibawa kabur.

Aksi kawin tangkap atau kawin paksa ini terjadi dan viral setelah diunggah secara berantai oleh sejumlah akun media sosial, Sabtu (9/9/2023)

Baca Juga

Lizaro Gedeeltelijke Opname: Winst Splitten

7 September 2026
2

Hoge RTP-spellen op Betoranje: Waar vind je betere odds

7 September 2026
2

Kawin tangkap di Sumba, dalam beberapa waktu belakangan, menuai kontroversi. Sebab, nilai tradisi ini sudah mengarah ke penculikan perempuan, pelanggaran hak-hak perempuan dan pelanggaran HAM.

Dalam tradisi ini, seorang perempuan ‘diculik’ dan ‘dipaksa’ menikah dengan alasan yang ‘dilegalkan’ secara budaya. Padahal, belum tentu wanita tersebut mau menikah dengan pria tersebut, atau bisa juga dihalangi oleh persyaratan adat lainnya, namun pihak pria ngotot untuk menikahinya.

Melansir berbagai sumber, merangkum latar belakang dan sederet kontroversi kawin tangkap dari ‘Tanah Marapu’ tersebut.

Latar Belakang Kawin Tangkap

Kawin tangkap merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat pedalaman Sumba yaitu di Kodi dan Wawewa, yang merupakan tradisi dari nenek moyang secara turun-temurun.

Dalam tradisi lama masyarakat Sumba, kawin tangkap biasanya dilakukan oleh keluarga mempelai pria yang terhalang belis atau mahar tinggi dari pihak perempuan.

Kawin tangkap merupakan kategori perkawinan tanpa peminangan yang terjadi karena belum ada kesepakatan keluarga mengenai jumlah belis atau mas kawin.

Mulanya, dalam tradisi ini, seorang perempuan sudah didandani. Calon mempelai pria juga sudah didandani dengan pakaian adat dan menunggangi seekor kuda.

Perempuan itu lantas ditangkap, lalu dibawa ke rumah keluarga pria. Tradisi ini unik, karena menyangkut nama baik kedua keluarga, apalagi dengan latar keluarga berada.

“Setelah ditangkap, pihak laki-laki akan membawa sebuah parang dan seekor kuda kepada pihak perempuan sebagai tanda permohonan maaf dan tanda bahwa perempuan sudah ada di rumah pihak laki-laki,” seperti ditulis Rahmadira dalam salah satu penelitian pada 2020.

Seiring perkembangan zaman, kawin tangkap yang dijalankan tidak sesuai dengan prosedur awal yang sesuai dengan tradisi.

Akhir-akhir ini, tradisi ini melenceng dan merugikan seorang perempuan secara pribadi. Kawin tangkap akhir-akhir ini seakan membuat perempuan merasa seperti diculik, disiksa, dilecehkan, bahkan merasa hina dan tidak berharga. (red)

 

 

Tags: kawin tangkapNTTvideo viral
Sebelumnya

Bentrok di Rempang, Humas BP Batam Bantah Ada Korban Jiwa

Berikutnya

Percepat Revitalisasi, Kontraktor Tambah Tenaga Kerja Kebut Pembangunan Pasar Baru

Berita Terkait

SERBA - SERBI

Lizaro Gedeeltelijke Opname: Winst Splitten

7 September 2026
2
SERBA - SERBI

Hoge RTP-spellen op Betoranje: Waar vind je betere odds

7 September 2026
2
SERBA - SERBI

PlayBaze Scratch Cards Best Value Picks

7 September 2026
3

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Dua Oknum Diduga PNS Bintan Mesum di Pantai Trikora Dipanggil Hari Ini, Ternyata Pegawai Honorer

    Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tim Penduli Lahan Isenabasa Temukan Kejanggalan Pengalihan Lahan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Disduk Karimun Sosialisasikan IKD di Kantor Imigrasi Karimun

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Video Seks Mirip Gisel Viral, Ahli Telematika Roy Suryo Sebut Bentuk Pipi Pelaku Beda

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Bersama Pemdes Pangke Barat, Polres Karimun Tanam Jagung Pipil di Lahan Seluas  2 Hektar

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aset Pemkab Lingga Diduga Hilang, Kinerja Internal Pemda Lingga Jadi Sorotan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kesal Tak Diajak Berhubungan Badan, Tante Di Riau Ajak Keponakan Dan Suami Main Bertiga

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mecky Dewancha Dipercaya Pimpin DPD GERAK KEPRI Kabupaten Karimun

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Syamsul Paloh: Deklarasi Anti Narkoba Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.