KEPRIONLINE.CO.ID NASIONAL PASAMAN- Perbaikan Jembatan Lintas Sumatera, di Sungai Sarik, Perbatasan Kecamatan Lubuksikaping dan Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, tidak ada plang nama, sehingga terkesan ada yang disembunyikan.
Selain itu, material batu dan besi jyang terdapat di sekitar jembatan sudah puluhan truk yang diangkut dan dijual sehingga dikhawatirkan kondisi jembatan setelah selesai perbaikan tidak memuaskan.
Dalam pelaksanaan kegiatan dijumpai satu alat berat yang selalu beraktifitas dan sebagai penyuplai batu serta potongan besi kepada mobil pengangkut.
Hendrik Prayoga, salah seorang Ninik Mamak setempat, menyebutkan Jembatan Sungaisarik, memang hanya dialiri oleh anak sungai namun pada salah satu sisinya, adalah tempat hantaman Sungai Batang Sumpur, sehingga masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan jembatan merasa khawatir, karena sewaktu waktu bisa merobohkan tebing dibelakang rumah warga,katanya Semin (13/4/20).
Kekhawatiran warga yang berada disekitar jembatan Sungaisarik juga disebapkan karena sebelumnya sudah ada pembangunan jembatan di Jorong Ampang Gadang Kecamatan Panti, berjarak sekitar 2 KM dari Jembatan Sungaisarik, ironisnya baru beberapa saat setelah selesai dibangun, beronjong penahan jembatanya sudah roboh, hal itu sudah disampaikan kepada Kepala Dinas PU Pasaman, namun dikatakan, Pembanguman Jembatan itu terdapat di Jalan Nasional, sehingga pengawasanya dibawah PU Provinsi Sumatera Barat, katanya. KEPRIONLINE.CO.ID PASAMAN F23).






