Keprionline.co.id, Batam – Penangkapan kapal KM Sea Dragon Tarawa yang kedapatan mengangkut dua ton sabu di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada awal Mei 2025, menyeret satu nama penting: Dewi Astuti, WNI asal Jawa Timur yang diduga menjadi aktor kunci dalam jaringan narkotika internasional.
Menurut keterangan Komjen (Purn) Marthinus Hukom, eks Kepala BNN RI, identitas Dewi terungkap dari pemeriksaan empat anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia: Fandi Ramdani, Leo Candra Samosir, Richard Halomoan, dan Hasiloan Samosir. Keempatnya disebut memiliki keterkaitan langsung dengan Dewi dan merupakan bagian dari jaringan Golden Triangle.
Dewi Astutik diduga memegang peranan strategis dalam sindikat tersebut. Namanya mencuat setelah operasi gabungan BNN dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan dua ton sabu dari kapal Sea Dragon di perairan Karimun. Selain kasus itu, Dewi juga dikaitkan dengan jaringan peredaran heroin yang sebelumnya dibongkar di Bandara Soekarno Hatta.
Setelah ditetapkan sebagai buronan, perempuan asal Ponorogo itu akhirnya diamankan di Sihanoukville, Kamboja. Pada selasa (2/12/2025). Penelusuran aparat juga mengungkap bahwa Dewi telah lama menjadi incaran otoritas Korea Selatan. Mantan pekerja migran tersebut disebut berperan penting dalam merekrut kurir-kurir asal Indonesia untuk menggerakkan operasi narkoba lintas negara.
Sementara itu, proses hukum atas penyelundupan dua ton sabu di Kepulauan Riau masih berlangsung. Enam terdakwa yang kini diadili merupakan awak kapal Sea Dragon, dua warga Thailand dan empat WNI, yaitu:
Weerapat Phongwan
Teerapong Lekpradube
Fandi Ramadhan
Richard Halomoan
Leo Candra Samosir
Hasiholan Samosir
Dalam penyidikan, terungkap bahwa Dewi sengaja mengganti identitasnya untuk mengaburkan jejak. Di jaringan Golden Triangle, ia dipercaya sebagai salah satu figur penting yang mengatur alur peredaran narkoba sekaligus perekrut kurir. Perannya baru benar-benar tersingkap setelah aparat BNN, Bea Cukai, dan TNI AL menyita dua ton sabu dari kapal MT Sea Dragon Tarawa pada 22 Mei 2025. ( Oki ).






