KEPRIONLINE CO.ID,BATAM-Pagi ini pemerintah kota Batam menggelar sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Di dataran Engku Putri Batam Center,Kota Batam.(11/01/2021).
Rapat juga dihadiri oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, OPD ,FKPD, dan para tokoh masyarakat penting lain nya.
Dalam pemaparan perkembangan terkini, Covid-19, Dr.Widya Sri Hastuti SP.P. Mengatakan per 8 Januari 2020 angka kasus 5000-an. Namun angka kesembuhan mencapai 80 persen.
“Sejak liburan tahun baru angka mencapai 10 ribu kasus perharinya se-Indonesia. Sudah berjuang dalam 10 bulan terakhir dalam menangani Covid-19. Awal-awal sempat menurun, namun karena sudah mulai longgar angka makin naik. Kita peringkat kedua di Indonesia setelah Filipina. Sejak liburan tahun baru angka mencapai 10 ribu kasus perharinya se-Indonesia,” kata Dr.Sri Hastuti SP.P.
Artinya, jelas nya, angka kematian di Indonesia 2,7 persen. Stigma masyarakat tentang Covid-19 masih takut sebab banyak masyarakat takut ke Rumah Sakit.
Untuk itu, ada tiga pencegahan bisa dilakukan. Yakni pencegahan primer, sekunder dan tersier.
“Misalnya, pakai masker dengan benar, cuci tangan dengan benar dan mengurangi mobilitas ataupun kurangi kerumunan. Tak hanya itu, kurangi aktivitas diruangan tertutup,” jelasnya
Sementara pencegahan sekunder itu yakni 3T.
Peran vaksinasi itu adalah pencegahan primer agar tidak terjadinya penyakit.
Sementara itu, dr Ferdinan Saragih spesialis penyakit dalam,mengatakan penyakit Covid-19 ini adalah pandemi yang luar biasa, lantaran seluruh dunia terkena.
“Vaksin di Indonesia adalah vaksin Sinovac. Diharapkan muncul kekebalan tubuh di dalam diri seseorang. Dan diharapkan kekebalan kelompok. Untuk vaksinasi Covid-19 kekebalan kelompok ini mencapai 70 persen. Masyarakat Indonesia wajib di vaksinasi. Kekebalan tubuh kelompok ini bisa secara alami dan secara buatan. Kalau alami resiko besar dan angka kematiannya tinggi. Maka kita buatlah buatan,” jelas nya.
Lalu apakah vaksinasi ini aman? Ia menyebutkan vaksinasi ini sudah diuji coba dengan hewan. Seperti tikus dan kera. Jika ada kekebalan, lalu diujikan ke manusia.
“Jadi aman. Fase tiganya sudah dikerjakan di Indonesia. Ada katanya efek samping, itu hoaks. Reaksi lokalnya paling nyeri karena bekas suntik. Reaksi siatemik paling lemas. Sakit kepala,Kalau kematian belum ada,” jelas nya.
KEPRIONLINE CO.ID,BATAM Senin (11/01/2021).






