KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Seorang laki-laki yang berusia 40 tahun alami pembengkakan pada alat vitalnya.
Dalam keluhan sakitnya, bagian alat vital pria patah, urin pria itu berdarah, pembengkakan di seluruh bagian alat kelaminnya hingga berwarna ungu, hematoma besar di skrotum.
Dikutip Tribunpekanbaru.com dari nld.com.vn, pada Senin 30 Mei 2022, penyakit yang dialami oleh pria itu, ternyata akibat dari hubungan intim pada posisi yang salah.
Posisi bercinta seperti apa sih yang membuat si pria mengalami kecelakaan seperti itu ?
Rumah Sakit Viet Duc, Hamoi Vietnam pada 17 Mei 2022 lalu mengatakan bahwa dokter baru saja menerima perawatan darurat untuk seorang pasien laki-laki berusia 40 tahun.
Pria itu bertempat tinggal di Lang Son. Ia datang ke Rumah Sakit Viet Duc dalam keadaan kencing darah.
Selain itu juga mengalami bengkak dan ungu semua bagian alat vitalnya. Kemudian juga mengalami hematoma besar di skrotum perineum.
Dokter mendiagnosis pasien dengan penis pecah kavernosa karena hubungan seksual dalam posisi yang salah.
Sebelum datang ke rumah sakit, pada 15 Mei 2022 Ia disarankan oleh seorang dokter untuk memeriksa sakitnya itu ke rumah sakit.
Akhirnya ia pun harus menjalani operasi darurat, merawat keseimbangan putih tubuh kavernosa, dan membentuk uretra.
Menurut dr Nguyen Duy Khanh, Pusat Andrologi, Rumah Sakit Viet Duc, lebih dari 1 hari setelah operasi, kesehatan pasien telah stabil.
Namun, setelah operasi, pasien mungkin menghadapi banyak komplikasi seperti penis bengkok, impotensi, striktur uretra, dan kebocoran urin.
Juga dalam 1 bulan terakhir, di Pusat Andrologi, ada 5 kasus pecahnya kavernosa karena hubungan seksual dengan posisi yang salah.
Dokter menyarankan bahwa seks dalam posisi yang salah adalah kelompok risiko utama untuk menyebabkan kerusakan pada penis.
Ini biasanya disebabkan oleh pria yang sering terburu-buru untuk mengeluarkan “penis” dari vagina.
Ketika itu dilakukan maka akan menyentuh area keras seperti pinggul, tulang ekor, dan daerah kemaluan menyebabkan penis membanjiri sudut, merusak uretra, sangat sulit dalam proses pengobatan.
Oleh karena itu, para laki-laki perlu menghindari cara aneh atau tindakan tidak aman. Sebab hal itu dapat dengan mudah menyebabkan kecelakaan.
Posisi Berhubungan Ini Sering Bikin Alat Vital Patah
Penting bagi suami istri membekali diri dengan sejumlah informasi seputar hubungan biologis yang aman.
Terutama soal fraktur penis atau penis patah.
Kondisi ini dijelaskan di Healthline adalah sebuah trauma mendadak yang mematahkan tunika albuginea.
Jaringan ereksi di bawah tunika albuginea kemungkinan pecah menyebabkan penis bengkok.
Jaringan kembar dari ini biasanya terisi dengan darah ketika pria terangsang secara seksual, menghasilkan ereksi.
Fraktur juga bisa melukai uretra, saluran di penis tempat urin mengalir.
Penyebab umum patah tulang penis meliputi tekukan penis yang terlalu kuat selama penetrasi vagina, sentakan tajam pada penis yang ereksi, kecelakaan mobil, atau kecelakaan masturbasi traumatis lainnya.
Posisi hubungan intim juga jadi salah satu dari penyebab kondisi ini.
Dikatakan Inez Kristanti lewat Instagramnya kecelakaan ini sering terjadi pada 3 posisi hubungan seks.
Posisi tersebut adalah woman on top, doggy style, dan missionary.
Inez menyebut sebenarnya kondisi ini jarang terjadi, namun bukanlah hal yang mustahil. Patahnya tulang penis ini dikatakan bisa menyebabkan memar, nyeri dan keluhan lainnya.
Lantas mengapa posisi diatas bisa menjadi ‘”biang kerok”?
Berikut penjelasannya melansir Instagram Inez Kristanti.
“Kalo posisi woman-on-top (WOT) katanya bisa berisiko karena kendalinya kan di cewe ya.
Kalo lagi heboh-hebohnya naik-turun, ehhhhh alat vitalnya gak sengaja lolos ke luar, bisa kedudukan/ketindih badan cewenya,”
Begitu pula dengan posisi doggy dan missionary yang kendali dipegang oleh para pria.
“Kalo posisi doggy dan missionary, karena ya bund… biasanya kalo bapak-bapak yang pegang kendali, mainnya lebih ekstrim daripada kalo cewe yang pegang kendali.
Kalo sampe alat vitalnya gak sengaja lepas waktu lagi full power, nabrak tulang, bisa lebih ambyar,” tambah psikolog klinis itu.
Menurut Inez setiap aktivitas fisik memang ada risiko kecelakannya.
Kesimpulannya penting untuk kita mengetahui hal ini dan lebih berhati-hati kedepannya.
“Kalo pernah mengalami “kecelakaan” itu, segera ke dokter ya untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Inez.
Dalam sebuah penelitian dari 90 pasien berusia 18 hingga 66 tahun yang menderita penis patah membagi penyebab cedera menjadi beberapa kelompok.
Hasilnya, dari 69 penyebab penis patah, posisi doggy style menyebabkan 37 kasus, man on top menyebabkan 23 kasus, dan woman on top menyebabkan sembilan kasus.
Sementara mengenai tingkat keparahan patah tulang, peneliti menemukan tidak ada perbedaan antara doggy style dan man on top.
Namun, doggy style jelas berpotensi menyebabkan penis patah yang lebih parah daripada posisi woman on top.
Sedangkan, melansir Marie Claire, studi para doktor dan akademisi yang dipublikasikan dalam jurnal Advances in Urology menyimpulkan bahwa posisi woman on top adalah yang paling berisiko menyebabkan penis patah.
Hipotesa mereka, ketika posisi wanita di atas, maka wanita juga akan mengontrol gerakan dengan bobot tubuhnya mendarat di penis yang ereksi.
Ketika penetrasinya tidak tepat, wanita bisa mengalami rasa sakit, tetapi dampaknya bisa lebih berbahaya.
Sedangkan jika pria memegang kontrol gerakan, ada lebih besar peluang untuk menghentikan penetrasi atau menyesuaikan energinya sebagai respons jika terjadi nyeri pada penis. (SUMBER: TRIBUNPEKANBARU.COM).






