Keprionline.co.id, Nasional – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut serta mendorong UMKM daerah melalui pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru. Kepala BPOM Penny Lukito baru saja meresmikan 11 UPT baru yang tersebar di kabupaten/kota di Indonesia.
”UPT BPOM selalu siap mendampingi dan memfasilitasi peningkatan kualitas. Dan daya saing produk UMKM daerah,” kata Penny K. Lukito dalam keterangan resmi yang dikutip, Kamis (26/10/2023).
Salah satu daerah yang disasar adalah Kediri, Jawa Timur.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan menyampaikan, dengan adanya Balai POM Kediri diharapkan UMKM di daerah tersebut bisa menaikkan pendapatan daerah.
Ia pada prinsipnya terus berkomitmen untuk bisa menyejahterakan masyarakat ditingkat bawah yang terdampak pandemi beberapa tahun lalu.
”Dengan adanya Balai POM Kediri semoga nantinya juga diikuti dengan banyaknya pelaku UMKM yang mendaftarkan produknya ke BPOM,” katanya.
Adapun 8 Balai POM tersebar di Kota Payakumbuh, Kabupaten Tangerang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bogor, Kota Surakarta, Kabupaten Kediri. Selanjutnya, ada di Kabupaten Jember, dan terakhir di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Sedangkan 3 Loka POM baru berada di Kabupaten Sambas, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Sumba Timur. ”Dengan demikian, saat ini terdapat 21 Balai Besar POM, 21 Balai POM, dan 34 Loka POM atau total 76 UPT BPOM di 37 provinsi,” kata Penny kembali.
Selain melakukan peresmian 11 UPT, BPOM juga menandatangani perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Wirawati Catur Panca (WCP). Penandatanganan itu berkaitan dengan Pemberdayaan Wirawati Catur Panca di Bidang Obat dan Makanan.
Wirawati Catur Panca adalah salah satu mitra strategis perpanjangan tangan BPOM dalam edukasi obat dan makanan kepada masyarakat. BPOM terbuka untuk memperluas kerja sama dengan para pemangku kepentingan guna meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. (Red)






