KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Sekelompok preman serang warkop di Jl Pengayoman, Kota Makassar. Namun sayangnya warkop yang dituju preman tersebut berisikan sejumlah Perwira Polisi yang sedang santai ngopi bareng teman – temannya.
Bak hari apes, preman tersebut pun di tangkap Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar karena terekam kamera CCTV.
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar berhasil meringkus pelaku penyerangan yang dilakukan di warkop Dokter Kopi. Yang rata – rata pelakunya anak remaja.
Penangkapan tersebut pun disertai dengan tiga kali tembakan peringatan.
Kepala Satreskrim Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Pada saat kami sedang santai menikmati kopi di (jalan) Pengayoman, kemudian ada teriak dari seorang anak yang rupanya tukang parkir di situ. Diserang, perang katanya,” ungkap Reonald di Mapolrestabes Makassar, Selasa (8/11).
Para perwira itu pun langsung mengejar para pelaku dengan menembakkan beberapa kali tembakan peringatan.
“Pas tembakan peringatan tiga kali itu, salah satu pelaku masih sempat menarik busur,” kata AKBP Reonald Simanjuntak.
“Tidak ada (terkena tembakan). Semua tembakan peringatan dan pada saat itu ada tiga kami langsung amankan,” ungkapnya.
Setelah mengamankan tiga pelaku, pihaknya melakukan pengembangan dan menangkap tujuh pelaku lainnya. Reonald mengaku barang bukti parang baru ditemukan pada Senin (7/11) malam.
“Mendengar suara itu, kami keluar, sisir dan mengamankan saat ini delapan dari sembilan tersangka. Pelaku rata-rata anak-anak di bawah umur,” beber dia.
Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti sejumlah anak panah atau busur serta sebilah parang.
Motif penyerangan kata Reonald adalah ketersinggungan dengan salah satu juru parkir warkop.
“Jadi pelaku ini mengira ia dilempari oleh juru parkir kedai kopi, padahal bukan. Jadi mereka panggil teman-temannya lalu menyerang si jukir ini, dan kebetulan kita ada di sana nyantai,” tuturnya.
Reonald memastikan, para pelaku bukan bagian dari kelompok geng motor. (KEPRIONLINE.CO.ID).






