Keprionline.co.id, Batam – Para pekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga punggur membangun musala dengan menggunakan bahan dasar dari sampah-sampah plastik yang ada di daerah TPA, Dimana proses pengerjaan pembuatan musala ini sudah mencapai 80 persen.
Salah satu pekerja TPA, Ahmad Afandi mengatakan, Pembangunan musala menggunakan papan, dan balok yang seluruhnya berbahan dasar plastik. Hasil limbah rumah tangga, dan industri yang telah disortir.Jadi bangunan musala yang berdiri saat ini semuanya dari plastik dan nanti hanya atap aja yang terbuat dari seng dan ukuran bangunan 6 meter x 3 meter dan di targetkan selesai sekitar dua minggu lagi, kata Ahmad, kepada keprionline.co.id saat berkunjung kelokasi, Jumat ( 26/05/2023).
Dari pantauan media keprionline.co.id dilapangan terlihat petugas TPA yang bergabung dalam Swadaya masyarakat sedang memilih sampah plastik untuk dijemur sebelum dimasukkan ke dalam mesin penghancur bahan plastik dengan suhu 400 derajat celcius. Hasil dari pembakaran limbah plastik ini, kemudian dibentuk dengan menggunakan cetakan yang sudah disiapkan.Untuk satu bilah papan, Rudi menuturkan membutuhkan 17 kilogram limbah plastik. Sementara untuk satu bilah balok, hanya membutuhkan 15 kilogram limbah plastik. ( Gordon Silalahi ).






