KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – “Sareeeee” atau dalam Bahasa Indonesia “Susah” menjadi status terakhir yang ditulis Marlena Aditya Pratama (26) sebelum mengakhiri hidupnya.
Ibu muda yang mengakhiri hidupnya di depan bayi kembar yang baru berusia 3 bulan dan putranya yang baru berusia 3 tahun.
Beberapa ibu rumah tangga dan tetangga almarhumah sempat membaca status yang ditulis di WA korban sebelum mengakhiri hidupnya, Rabu (10/8/2022) sekitar pukul 13.22 WIB.
Sekitar satu jam kemudian atau tepatnya pukul 14.30WIB ibu muda yang baru melahirkan bayi kembar ini di rumahnya ditemukan sudah tiada.
Marlena Aditya Pratama peretama kali ditemukan sudah meninggal oleh putera sulungnya AW di rumah kediamannya di Lorong Tito Film Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Provonsi Sumatera Selatan.
Kepergian ibu muda yang terkenal ramah ini sangat mengejutkan tetangganya, bahkan sebelum dzuhur beberapa ibu-ibu tetangga korban mengaku masih sempat melihat wanita yang akrab disapa Lena ini menjemput anaknya pulang sekolah.
“Tadi dio njemput anak sulungnyo sekolah, menggendong bayi kembar sikok, lalu membawa si sulung dan yang nomor dua, entah dititip dimano yang bayi kembar sikoknyo,” ujar salah seorang ibu-ibu tetangga korban.
Wanita yang sehari-harinya terkenal gesit dan tangguh ini juga sempat membeli tahu untuk dimasak makan siang keluarganya.
Beberapa hari sebelumnya ada ibu-ibu yang mendengarkan curhatan Lena yang mengaku sudah bingung hutang berasnya sudah Rp 300 ribu, sedangkan suaminya junarlis bekerja sebagai buruh harian lepas pergi pagi pulang sore.
Hari itu juga Lena kesal dengan kedua puteranya Aw (7) dan FA (3) yang bertengkar karena berebut handphone.
Saking kesalnya ibu muda yang baru melahirkan bayi kembar dua melalui operasi ini langsung membanting handphone sampai pecah.
Pada hari kejadian Lena juga sempat sedih karena tas sekolah anaknya sudah robek dan tidak ada uang untuk upah menjahitnya.
Iin (salah seorang tetangga korban) yang juga sering membantu korban termasuk memfasilitasi mengurus surat keterangan tidak mampu untuk melahirkan caesar menuturkan, tidak menyangka korban akan mengambil jalan pintas menggakhiri hidupnya.
Iin dan ibu-ibu sering mendatangi rumah korban baik untuk mengantar susu bayi maupun makanan lainnya.
”Susu formulanyo banyak yang dikasih tante, kadang aku melok minum pulu,” kata Iin menirukan omongan korban beberapa hari lalu.
Disisi lain suasana rumah yang beralamat di Lorong Tito Film Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu kental dengan suasana duka.
Para ibu-ibu yang datang ke lokasi larut dalam kesedihan mengingat empat anak korban yang masih kecil-kecil, Terutama si kembar berjenis kelamin laki-laki inisal Fad dan Adn yang baru berusia 3 bulan.
Bayi kembar setelah kejadian langsung diungsikan ke rumah tetangganya, begitu juga dengan si kecil FA yang baru berusia 3 tahun nampak yang menyaksikan langsung saat ibunya mengakhir hidupnya dnegan cara gantung diri dengan menggunakan kain panjang di kayu belandar tengah-tengah rumah.
Warga mengaku kasihan dengan empat anak koban, terutama si kembar yang belum sempat mengenal wajah ibunya.
Korban sebelumnya berasal dari Desa Pilip SP I Lubay Kebupaten Muara Enim, kemudian pindah mengikuti suamminya yang asli dari OKU Selatan (Kisam) dan menetap di Baturaja. Sedangkan orang tua kandung korban ada di Desa Pilip. Di Baturaja masih ada kedua mertuanya dan saudara dari pihak suami.
Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo SIK melalui Kapolsek Baturaja Timur AKP Hamid SH didampingi Kasi humas Polres OKU AKP Syafaruddin SH menegaskan, jenazah korban sudah divisum di RSUD dr Ibnu Sutowo oleh tim medis dipimpin oleh dr Fitki Oktaria Puspitahati. Selanjutnya jenazah diserhakan kepada keluarganya dan diabwah ke rumah duka. (SUMBER: SRIPOKU.COM).






