KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Usulan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) agar jabatan ex-officio Wali Kota Batam sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dicabut mendapat dukungan dari Ketua Riau Corruption Watch (RCW) Kepri, Mulkan
Menurut Mulkan, ex officio adalah produk gagal,
Karna sama sekali tidak berjalan, bahkan tambah sulit investor masuk ke batam. Banyak permasalahan yang tumpang tindih.
“Sedari dulu saya telah menolak keberadaan jabatan Ex officio karena belum pernah dilakukan uji materi, dan menjadikan jabatan Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam bukanlah solusi memajukan ekonomi.
Selain itu menurutnya, ex-officio juga sarat timbulnya praktik korupsi. Dia mensinyalir ada kepentingan dalam penerapan kebijakan ex-officio tersebut salah satunya kepentingan-kepentingan proyek.
Inilah salah satu surat produktif yang menjadikan investor susah. Sesuai UU no 11 2020 Percepatan dan reformasi perizinan tidak di indahkan, dalam hal ini Kita akan segera melaporkan ke Kementerian Ekonomi dan Mendagri.



Banyak kebijakan tumpang tindih yang membingungkan investor seperti surat diatas.
“Jadi kalau disebut jabatan ex-officio ini tidak berpengaruh positif atau belum terbukti menghasilkan terobosan terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam sudah sangat tepat”, ujarnya.
RCW Secepatnya akan melaporkan permasalahan ini ke Kemenko dan Mendagri.
“Saat ini iklim investasi di Batam sangat merosot devisit Investor”. Tegas Mulkan.
Selain itu menurut Mulkan, Kepala BP Batam jangan jadikan lembaga BP Batam ini menjadi perusahan sendiri. Sistim Klik pimpinan itu sama saja seperti direktur perusahaan mengambil kebijakan sendiri untuk mengoperasikan produksi di perusahaan sesuka hatinya. BP Batam itu adalah Lembaga nonstruktural yang berbentuk Badan Layanan Umum”, jelasnya
Klik Pimpinan buatan HM.Rudi sudah salah kaprah dalam penetapan kedisiplinan bawahan. Seharusnya pimpinan itu harus menunjukkan kinerja yang sistematis akuntable guna menarik investor”, ucapnya
“Klik Pimpinan itu ibarat Perusahaan Pribadi. Kan lucu di situ ada ketidak harmonisan antara pimpinan dan bawahan semacam saling curiga. Gimana investor mau masuk kalo di dalamnya sudah saling jegal. Pendapat saya Klik Pimpinan tidak produktif malah kontra produktif”, tutup Mulkan. (Oki)






