Keprionline.co.id, Nasional – Indonesia masih kekurangan Insinyur untuk mempersiapkan pembangunan infastruktur menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Sekjen Kementerian PUPR, Zainal Fatah saat menghadiri Wisuda Sarjana di Untag 45 Semarang, Sabtu (21/10/2023).
“Saat ini, Indonesia masih memerlukan banyak insinyur, karena rasio sarjana teknik di Indonesia masih 5.300/1 juta penduduk. Angka ini di bawah Korea sebesar 25 ribu/1 juta penduduk maupun Vietnam sebesar 9.000/1 juta penduduk,” ujar Zainal.
Menurut Zainal, selain pembangunan infrastruktur secara fisik, pengembangan SDM yang terampil juga merupakan program prioritas utama Pemerintah. Termasuk salah satunya SDM bidang infrastruktur.
“Saya meyakini para lulusan Untag Semarang sebagai generasi produktif. Yang akan menjadi bagian untuk mewujudkan Indonesia Maju,” ucapnya.
Ke depan, pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap.
Terlebih, Indonesia memiliki kelebihan bonus demografi. Yakni populasi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia non produktif.
Zainal mengingatkan kepada para Mahasiswa Teknik agar saat nanti terjun ke dunia kerja dapat menanamkan jiwa petarung. Untuk membangun Bangsa menjadi lebih maju.
Menurut Zainal, pada periode 2015-2022, Kementerian PUPR telah menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur. Dan hasilnya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Red)






