KEPRIONLINE.CO.ID, TANJUNGPINANG ~ Sungguh miris, Wilayah Provinsi Kepulauan Riau 95 % adalah laut, namun potensi kelautan non migas terutama ikan dan udang tidak dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Hal ini terungkap dari data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS KEPRI) yang dirilis hari ini, Jumat 15/12/2017 di kantor BPS Kepulauan Riau, Jl. A. Yani, Tanjungpinang.
Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar mengatakan, “Ikan dan udang belum tersentuh oleh kita di Provinsi Kepri ini. Kontribusi eksport ikan dan udang hanya menyumbang 0,25% dari total eksport non migas kita. Tentu ini sangat menyedihkan mengingat wilayah kepri 95 % nya adalah laut. Apa yang salah? Tentu ini menjadi PR dari pada seluruh stake holder yang ada di kepri,” katanya.
Lebih lanjut Panusunan mengatakan bahwa perikanan seharusnya menjadi sektor terkuat eksport non migas mengingat luasnya laut Kepri.
“Seharusnya dimanfaatkanlah potensi perikanan kita. Data yang ada di BPS dapat menjadi acuan pemerintah provinsi Kepri dalam mengambil kebijakan mengenai perikanan ini,” lanjutnya.
Dengan kondisi kelautan Kepri yang kaya akan sumber daya ini dapat diharapkan menjadi sektor penggerak ekonomi di tengah lesunya industri pengolahan dan manufaktur di Batam.
“Jika sektor perikanan dan udang ini bisa ditingkatkan mulai dari budidaya dan penangkapan, besar kemungkinan akan muncul gairah baru sektor non migas yang mampu menopang kelesuan sektor industri pengolahan dan manufaktur, ” tutupnya.(KEPRIONLINE/TANJUNGPINANG/GIBSON MANURUNG)





