Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Sebanyak 600 masyarakat yang menjadi bagian dari kegiatan padat karya turun untuk membersihkan saluran drainase dan lingkungan sempadan jalan, Selasa (05/12/2023).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan, kondisi geologis Tanjungpinang yang sebagian wilayahnya merupakan dataran rendah, rawa bakau, dan sebagian lainnya merupakan perbukitan, menyebabkan Tanjungpinang rentan terhadap bahaya banjir.
“Kerawanan dan ancaman banjir akan semakin parah jika saluran drainase tersumbat. Melalui program dan kegiatan padat karya yang dicetuskan oleh Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, saluran drainase dibersihkan. Tujuannya, agar aliran air di saluran pembuangan tidak tersumbat dan mengurangi resiko banjir,”jelasnya pada media, Rabu (6/12/2023)
Berdasarkan kegiatan di hari, lanjutnya, pertama kegiatan padat karya itu, ditemukan fakta bahwa sedimen atau endapan lumpur bercampur sampah rumah tangga di banyak saluran drainase sudah hampir sedalam saluran drainase itu sendiri. Diperlukan ketekunan dan kebersamaan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk membersihkan endapan tersebut.
“PJ walikota Kota Tanjungpinang juga minta agar anggota KSM direkrut dari keluarga-keluarga pra Sejahtera. Hingga insentif atau honor sebesar Rp 110 ribu yang diterima oleh setiap anggota KSM, diharapkan mampu menambah daya beli masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan selama beberapa kali, berlanjut hingga akhir Desember 2023, “Bisa saja Pak Hasan mengerahkan alat berat untuk membersihkan sampah drainase, tapi beliau ingin kegiatan itu juga memberi dampak ekonomi kepada masyarakat. Terutama yang berasal dari keluarga pra Sejahtera, Tambahnya.
Kegiatan padat karya yang digagas Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, tidak hanya bekerja pada upaya pembersihan saluran drainase. Pogram jambanisasi juga dilaksanakan dengan melibatkan anggota Masyarakat. Jika dalam kegiatan pembersihan drainase melibatkan sebanyak 600 anggota KSM, kegiatan jambanisasi melibatkan sebanyak 160 anggota keluarga pra sejahtera. Kegiatan jambanisasi dilaksanakan di 12 kelurahan, dengan jumlah yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat. (Lita)






