KEPRIONLINE.CO.ID, BATAM – Seorang anak loper koran, di Tiban Kampung RT 2, RW 1, Kota Batam, Kepri, Anton Hery (18) tidak disadari akan jebol lulus tes masuk menjadi anggota Bintara Polisi di Polda Kepulauan Riau.
Dari kecil saya sudah bercita – cita menjadi Polisi, Insya Allah terkabulkan, Sebenarnya saya tidak menyadari saya bisa lolos tes kepolisian katena kalau dilihat dari ekonomi orang tua saya bukan anak kaya raya.
Dari sini saya lihat bahwa sistim seleksi menjadi anggota kepolisian tidak perlu tidak perlu orang tua kaya, karena tim seleksi ini murni tidak ada menggunakan uang atau sogok, kata Anton.
” Bapa selalu bercerita soal kehidupan dan kadang kadang lihat bapa antar koran membuat saya punya keinginan untuk bantu bapa.
Anton menambahkan, seseorang memiliki nasib berbeda-beda yang membuat roda kehidupan ada yang dibawah dan diatas menjadi sebuah tekad untuk mengubah hidup.Keluarga kami dan kadang kala harus ikut membantu bapa agar bisa bertahan hidup.
Lolosnya dirinya masuk Bintara Polda Kepri merasa dirinya mampu membanggakan orang tuanya dengan lulus tes.
Ia pun menceritakan, dirinya meskipun hanya seorang anak loper koran, mampu bersaing dengan ribuan orang untuk mendapatkan hasil lulus tes Polisi tanpa mengeluarkan uang satu peserpun.
Ia pun menegaskan, banyak yang berkomentar untuk masuk menjadi anggota Polri harus memiliki uang banyak dan orang orang dalam yang kuat
Kalau ada keinginan dan tekad pasti akan ada jalan serta kemampuan untuk berjuang.” Yakin saja tidak usah terpengaruh oleh kondisi apapun,” beber Anton
Sebelum diterima menjadi anggota Polisi pernah dikasih cobaan dari ayahnya yang sakit dan di rawat di RS Awal Bros dan yang terbaru ibunya jatuh dari motor. Namun semuanya di obati dengan kelulusannya.
” Dulu bapa masuk masuk dirawat di RS Awal Bros dan mama jatuh dari kendaraan,” jelas anak kedua dari pasangan Hery Suryono (50) dan Siti Munasaro (49)
Anton menuturkan, sebelum dinyatakan lulus seleksi Polisi sering menggantikan ayahnya mengantarkan koran dari rumah ke rumah.
“Waktu bapa sakit, sambil menunggu pengumuman bantuin mengantarkan koran dari subuh hingga pukul 9 hingga 10 pagi,” jelas Anton
Alumni SMA Negeri 4 tiban tersebut
pernah dimarahi oleh orang tuanya lantaran suka bergaul dengan anak kecil, namun Ia tetap bersikukuh untuk tetap bermain dengan anak-anak tersebut.
” Bapa pernah marah saya suka main dengan anak anak kecil,”ujar Anton sambil tertawa mengingat kenangannya.
Sementara itu, Hery Suryono ayah kandung Anton kepada media menceritakan, putra yang saat ini sedang menjalani pelatihan di Tanjung Batu, Kepri, merupakan anak yang biasa saja dan tidak terlalu menonjol dalam berbagai hal baik dikawasan sekolah maupun di lingkungan tempat ia tinggal.
” Pernah saya suruh anak saya tidur di luar karena tidak mengindahkan nasihat sering pulang di atas jam 12 malam karena dia keseringan seperti itu, akhirnya saya ingin kasih nasihat dengan cara menyuruhnya tidur di luar rumah,” ujar Hery
Kendati demikian lanjut Hery ia masih anak yang baik, semoga kedepannya tetap rendah hati dan tidak sombong.
” Saya tahu anak saya nakal dimasa umuranya, dan semoga setelah lulus bisa mengabdikan diri kepada negara dan orang tua beserta keluarganya,” ujar Hery. ( KEPRIONLINE.CO.ID BATAM / BUD / FOTO ISTEMEWA ).






